Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Maksimalkan OMC di Kalbar

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 16:25 WIB | Oleh:
BNPB Maksimalkan OMC di Kalbar Doc: RRI/Ryan Suryadi

KALIMANTAN BARAT – Pemerintah akan memaksimalkan potensi awan hujan di Kalimantan Barat untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hal itu dilakukan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya potensi pembentukan awan hujan pada 4-8 September 2026. OMC diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalbar.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengatakan penanganan karhutla di Kalbar terus menunjukkan perkembangan. Namun, persoalan asap masih menjadi perhatian karena karakteristik lahan gambut yang membuat asap bertahan meski api telah dipadamkan.

“Jadi memang terjadi penurunan, meskipun sangat pekat asapnya. Kabutnya ini bisa selesai setelah datang hujan yang deras,” ujar Suharyanto dalam keterangannya, Sabtu (5/9).

Menurut dia, hujan deras menjadi salah satu faktor penting untuk mengatasi kabut asap. Karena itu, BNPB merencanakan pengerahan dua unit pesawat Cassa untuk melaksanakan OMC di Kalimantan Barat.

“Untuk Kalimantan Barat kami rencanakan dua unit pesawat Cassa ini untuk melaksanakan OMC. Apinya sudah padam, tetapi asapnya ini yang mengganggu kehidupan masyarakat,” ujar dia.

Sementara, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengatakan berdasarkan informasi BMKG, terdapat potensi awan hujan di Kalbar pada 4-8 September. Dan pihaknya akan memaksimalkan untuk pelaksanaan OMC.

Ia menegaskan, setiap bibit awan yang berpotensi menghasilkan hujan akan dimanfaatkan untuk penyemaian. OMC juga dilakukan tidak hanya di wilayah terdampak karhutla, tetapi juga di daerah lain untuk membantu pembasahan lahan dan menjaga tinggi muka air tanah.

“Alhamdulillah tadi dengan BMKG ada potensi awan hujan di Kalimantan Barat ini dari tanggal 4 sampai tanggal 8. Tadi Pak Danlanud sudah sepakat, sampai tengah malam pun kalau potensi awan hujan ada, jalan,” ujar Raja Juli.

Menhut juga memastikan dukungan pesawat untuk pelaksanaan OMC tetap disiagakan hingga 13 September 2026. Langkah tersebut dilakukan agar setiap peluang pembentukan awan hujan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Meskipun tidak langsung terkait dengan lokasi terjadinya karhutla, kita lakukan. Pembasahan, meninggikan tinggi muka air tanah, supaya tidak akan terjadi kebakaran,” kata dia.

Pemerintah berharap optimalisasi OMC dapat membantu mempercepat penanganan kabut asap. Sekaligus mencegah munculnya kebakaran baru di Kalimantan Barat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Polres Jakpus Sita Sabu, Ek...
Daerah
Imigrasi Jatim Perkuat Peng...
Rona
BRI Life Perkuat Layanan Na...

Dirut Bulog: Stok Beras Nasional Capai 4,8 Juta Ton

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Dirut Bulog: Stok Beras Nas...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.