Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Produksi Pangan, Pemprov Sulteng Cetak 3.000 Hektare Sawah Baru

📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 16:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Produksi Pangan, Pemprov Sulteng Cetak 3.000 Hektare Sawah Baru Doc: ANTARA
Ket. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido.

KOTA PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan program cetak sawah baru seluas 3.000 hektare di daerah tersebut sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat produksi pangan dan memperkokoh posisi Sulteng sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, di Kota Palu, Sabtu (26/9), mengatakan pengembangan ekonomi daerah tidak bisa hanya mengandalkan sektor pertambangan, tetapi perlu diimbangi dengan optimalisasi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

"Jadi pengembangan ekonomi daerah harus memperhatikan potensi pertanian, perkebunan, dan perikanan sehingga perlu dikembangkan secara serius agar mampu memberikan nilai tambah serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat," kata Reny.

Ia menuturkan program cetak sawah baru ke depan bisa diarahkan pada penerapan pertanian modern agar meningkatkan kapasitas produksi beras dan komoditas pangan daerah secara berkelanjutan.

Menurut dia, Provinsi Sulawesi Tengah memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi sektor produktif yang melimpah di luar komoditas tambang, seperti kelapa, kakao, durian, hingga rumput laut, yang membutuhkan dorongan investasi serta tata kelola rantai pasok yang solid.

"Pada intinya pemerintah daerah sangat terbuka bagi investor yang ingin masuk dan menanamkan modal di sektor-sektor produktif daerah, selama kegiatan investasi berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," sebutnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Sulteng bahwa luas baku sawah di daerah tersebut mencapai 126 ribu hektare.

Untuk luas cetak sawah baru di Sulteng berlokasi di 10 wilayah seperti Kabupaten Buol, Kabupaten Donggala, Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Tojo Una-una, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Poso, Kabupaten Sigi, Kabupaten Banggai, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Banggai Laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.