Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dirut Bulog: Stok Beras Nasional Capai 4,8 Juta Ton

📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 14:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dirut Bulog: Stok Beras Nasional Capai 4,8 Juta Ton Doc: ANTARA
Ket. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberi keterangan pers di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).

CILACAP – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan stok beras nasional yang dikuasai Bulog saat ini mencapai sekitar 4,8 juta ton sehingga dinilai cukup untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat hingga akhir tahun.

"Alhamdulillah stok beras nasional hari ini masih banyak, sekitar 4,8 juta ton," katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (26/9).

Ia mengatakan stok tersebut tersimpan di berbagai gudang Bulog maupun gudang milik pihak swasta yang disewa untuk menampung beras pemerintah.

Menurut dia, kapasitas gudang milik Bulog saat ini sudah tidak mencukupi untuk menampung seluruh stok beras yang dikuasai sehingga perusahaan harus memanfaatkan gudang-gudang swasta.

"Gudang-gudang Bulog sendiri pun sudah tidak muat lagi untuk menyimpan beras Bulog. Oleh karena itu, Bulog harus menyewa gudang-gudang swasta untuk menempatkan beras-beras tersebut," katanya.

Ia mengatakan stok tersebut selanjutnya akan digunakan untuk mendukung penyaluran sejumlah program pemerintah, termasuk tambahan bantuan pangan yang akan disalurkan kepada sekitar 33,2 juta penerima manfaat pada periode Oktober hingga Desember 2026.

Selain itu, kata dia, Bulog juga akan menyalurkan tambahan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton.

Dengan adanya penyaluran tersebut, pihaknya memperkirakan stok beras yang dikuasai hingga akhir tahun masih berada pada level yang memadai.

"Mudah-mudahan dengan nanti disalurkannya tambahan bantuan pangan untuk 33,2 juta penerima manfaat, ditambah lagi nanti tambahan SPHP 1 juta ton, maka stok Bulog nanti diharapkan di akhir tahun itu minimal sekitar 3,2 juta ton," katanya.

Ahmad Rizal menegaskan kondisi stok beras yang saat ini mencapai sekitar 4,8 juta ton menjadi salah satu modal Bulog dalam menjaga ketersediaan beras sekaligus mendukung program pemerintah di bidang pangan.

Dalam kesempatan terpisah, Pemimpin Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji mengatakan stok beras di gudang-gudang Bulog Banyumas yang tersebar di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara hingga saat ini sebesar 54.686,374 ton.

“Ketahanan stok beras Bulog Banyumas saat ini sebesar 54.686,374 ton dan diharapkan mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Dirut Bulog: Stok Beras Nas...
Nasional
Pemerintah Siapkan Gudang L...

Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan TKA

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perketat P...
Nasional
Bakom RI: Ancaman Bahaya In...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.