Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

44 Bupati Dikumpulkan, Kementan Siap Tanam 2 Juta Hektare untuk Bioetanol

📅 Senin, 21 Sep 2026, 12:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
44 Bupati Dikumpulkan, Kementan Siap Tanam 2 Juta Hektare untuk Bioetanol Doc: istimewa
Ket. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pengembangan bioetanol tidak cukup hanya dengan membangun pabrik. Pemerintah terlebih dahulu memastikan ketersediaan bahan baku melalui pengembangan kawasan pertanian dalam skala besar dan terintegrasi dengan industri pengolahan

JAKARTA— Kementerian Pertanian (Kementan) mulai menggerakkan pengembangan bioetanol berbasis tiga komoditas utama, yakni tebu, ubi kayu atau singkong, dan jagung. Pemerintah menyiapkan pengembangan lahan hingga 2 juta hektare sebagai fondasi pembangunan industri bioetanol nasional sekaligus langkah memperkuat kemandirian energi.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan pengembangan bioetanol tidak cukup hanya dengan membangun pabrik. Pemerintah terlebih dahulu memastikan ketersediaan bahan baku melalui pengembangan kawasan pertanian dalam skala besar dan terintegrasi dengan industri pengolahan.

“Etanol ini butuh lahan 1 sampai 2 juta hektare dengan tiga komoditas strategis. Insyaallah kita akan bangun pabriknya, kita gerakkan masif seluruh Indonesia,” ujar Mentan Amran usai memimpin Rapat Program Khusus Pengembangan Bioetanol bersama 44 bupati dari sejumlah daerah di Jakarta, Senin (21/9).

Tiga komoditas tersebut akan dikembangkan sesuai potensi masing-masing daerah. Tebu menjadi salah satu fokus utama karena memiliki potensi besar sebagai bahan baku bioetanol, sementara singkong dan jagung akan dikembangkan di wilayah yang memiliki kesesuaian lahan dan produktivitas tinggi.

“Ini cetak tebu, tanam tebu, tanam ubi, tanam jagung. Kita jadikan etanol,” tegas Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, kepastian bahan baku merupakan fondasi penting untuk menarik investasi industri bioetanol. Karena itu, pemerintah akan melakukan konsolidasi lahan dan menyiapkan kawasan produksi sebelum pembangunan industri dilakukan secara masif.

Ia memperkirakan pembiayaan pembangunan industri dapat melibatkan BUMN dan swasta. Pemerintah akan mengambil peran dalam penyiapan kawasan, sementara investasi industri dapat diperkuat melalui keterlibatan sektor swasta.

“Anggarannya mungkin 30 persen dari BUMN, 70 persen dari swasta dan pasti swasta mau karena tanahnya disiapkan oleh negara,” ungkapnya.

Mentan Amran menegaskan pengembangan bioetanol juga harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu, pemerintah akan mendorong skema kemitraan agar masyarakat ikut menjadi bagian dari pertumbuhan kawasan pertanian dan industri yang dibangun.

“Ini tidak boleh monopoli, minimal 30 persen rakyat. Jadi rakyat menikmati. Sekarang nggak boleh di bawah 20, harus 30 persen untuk rakyat. Harus tumbuh bersama kalau negara mau kuat,” tegas Mentan Amran.

Pemerintah juga mendorong keterlibatan pengusaha daerah sehingga pengembangan bioetanol tidak hanya menciptakan industri, tetapi sekaligus membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Dalam tahap awal, Kementan akan memperkuat pengembangan jagung melalui percontohan di daerah yang menyatakan kesiapan. Mentan Amran menyebut dukungan awal dapat diberikan dengan luasan 500 hingga 1.000 hektare per kabupaten dan diperluas hingga 1.500 hektare bagi daerah yang menunjukkan hasil produksi baik.

“Nanti kita lihat hasilnya. 1.000 hektare untuk setiap bupati yang datang. Kita lihat jagungnya yang tanamannya bagus, produksinya tinggi, saya akan tambah di Januari, tambah luasan jagung,” jelasnya.

Dukungan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) juga akan disiapkan untuk memperkuat produktivitas dan mempercepat pengembangan kawasan. Sementara untuk tebu, pemerintah menyiapkan pengembangan dalam skala yang lebih besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Ekonomi
Riset Paramadina: Kewajiban...
Luar Negeri
Inggris Tolak Tekanan Uni E...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.