Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bogor Dorong Peran Posyandu dalam Mendukung Pemenuhan 6 SPM

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 13:05 WIB | Oleh:
Pemkot Bogor Dorong Peran Posyandu dalam Mendukung Pemenuhan 6 SPM    Doc: kotabogor.go.id

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) memperkuat peran Posyandu sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pemenuhan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Hal ini sejalan dengan transformasi Posyandu sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024.

Penguatan tersebut dilaksanakan melalui Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kota Bogor Tahun 2026 yang digelar di Grand Savero, Rabu (2/9).

Dalam pertemuan koordinasi tersebut, Ketua TP Posyandu Kota Bogor, Yantie Rachim, menayangkan video perjalanan selama satu tahun lima bulan pelaksanaan program kerja, termasuk kegiatan turun ke wilayah dalam mengimplementasikan 6 SPM melalui kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, stakeholder, hingga pemberdayaan masyarakat.

Yantie Rachim mengatakan melalui transformasi ini Posyandu semakin dekat, mudah diakses, terpadu, dan berkualitas bagi masyarakat.

"Sejak ditetapkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada bidang kesehatan saja, tetapi bertransformasi menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan 6 bidang Standar Pelayanan Minimal yaitu, pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, trantibum linmas, serta sosial," jelas Yantie Rachim saat memberikan sambutan.

Ia menyampaikan, 6 SPM tersebut perlu terus disosialisasikan oleh perangkat daerah kepada masyarakat melalui wilayah, bahwa Posyandu merupakan salah satu unsur Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Transformasi ini tentu membawa konsekuensi sekaligus peluang untuk kita semua. Konsekuensi yang kita hadapi adalah perlunya memperkuat kapasitas kelembagaan, tata kelola, koordinasi, serta pemahaman seluruh unsur yang terlibat untuk menjadikan Posyandu sebagai lembaga yang semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih terpadu," ujar dia.

Oleh karena itu, rapat koordinasi ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman kebijakan, menyamakan persepsi, berbagi pengalaman, serta berdiskusi mengenai langkah-langkah implementasi transformasi Posyandu di Kota Bogor untuk mendekatkan layanan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat guna mendukung visi "Bogor Beres, Bogor Maju".

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, dalam sambutannya menyampaikan dan menegaskan bahwa Posyandu merupakan mitra strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah.

Ia juga meminta perangkat daerah untuk turut melakukan intervensi terhadap usulan yang disampaikan oleh Posyandu.

Hal senada disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor selaku pelaksana kegiatan, Eko Prabowo, menyampaikan bahwa hasil dari kegiatan ini diharapkan menghasilkan laporan pelaksanaan, identifikasi permasalahan di wilayah yang dapat diintervensi berkaitan dengan 6 SPM, serta penguatan Posyandu.

"Sehingga bisa tersedianya mekanisme pendataan dan tindak lanjut untuk memberikan dampak manfaat bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah," ujar dia.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan sosialisasi dan pemahaman dari narasumber Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat berkaitan dengan implementasi Posyandu pada 6 bidang SPM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

CKG Kota Tangerang Deteksi Lima Masalah Kesehatan

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
CKG Kota Tangerang Deteksi ...
Megapolitan
Pemkot Bogor Dorong Peran P...
Rona
Estafet Tunas Kelapa Kwarda...
Megapolitan
Pemkot Bogor Segera Tata PK...

Wisatawan Taiwan Coba Ditarik ke Indonesia

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Wisatawan Taiwan Coba Ditar...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.