Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transjakarta Mau Masuk Kepulauan Seribu, DPRD DKI Soroti Tarif hingga Beban APBD

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 13:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transjakarta Mau Masuk Kepulauan Seribu, DPRD DKI Soroti Tarif hingga Beban APBD Doc: Antara
Ket. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh.

Jakarta - Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menilai rencana PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memperluas layanan transportasi hingga Kepulauan Seribu belum memiliki kajian yang matang.

Menurut Nova, sejumlah aspek penting masih perlu dikaji secara menyeluruh, mulai dari tarif, kebutuhan armada, skema subsidi atau public service obligation (PSO), hingga bentuk pengelolaan layanan.

“Belum ada benar-benar yang bisa meyakinkan kami ini bisa jalan atau tidak, karena belum ada kajian secara lengkap,” kata Nova di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (3/9).

Meski menilai kajian belum lengkap, Nova mengatakan DPRD DKI tetap mendukung upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan layanan transportasi bagi masyarakat Kepulauan Seribu.

Namun, ia mengingatkan agar rencana tersebut tidak terlebih dahulu diumumkan kepada publik sebelum seluruh aspek teknis dan pembiayaan selesai dikaji.

Hingga kini, kata Nova, belum ada kepastian mengenai tarif yang akan dikenakan kepada penumpang maupun skema operasional layanan transportasi laut tersebut.

Nova juga menyoroti rencana Transjakarta membentuk anak perusahaan untuk mengelola layanan transportasi laut di Kepulauan Seribu. Menurut dia, pembentukan perusahaan baru berpotensi menambah beban biaya karena membutuhkan struktur organisasi dan sumber daya manusia tambahan.

Selain itu, ia mengkhawatirkan ekspansi ke sektor transportasi laut dapat meningkatkan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Pasalnya, layanan Transjakarta selama ini masih memperoleh dukungan PSO dari pemerintah.

Nova mengaku telah menanyakan kepada Direktur Utama Transjakarta apakah layanan transportasi laut tersebut dapat berjalan tanpa dukungan PSO.

Namun, pihak Transjakarta menyatakan layanan tersebut akan sulit beroperasi tanpa subsidi apabila tarif tetap ditetapkan terjangkau bagi masyarakat.

“Berarti ada beban lagi di kita. Nah, ini kan kita harus pikirkan uangnya itu dari mana lagi secara operasionalnya,” tutur Nova.

Karena itu, ia meminta Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan kondisi fiskal sebelum mengembangkan layanan baru dan berhati-hati dalam menggunakan skema pembiayaan yang bersumber dari APBD.

Transjakarta Siapkan Kajian

Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan pihaknya menargetkan proses transisi penugasan pengelolaan transportasi laut ke Kepulauan Seribu berlangsung sekitar satu tahun dan layanan mulai beroperasi pada Juni 2027.

Sebagai bagian dari persiapan, Transjakarta telah mengunjungi lima pulau, yakni Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Megapolitan
CKG Kota Tangerang Deteksi ...
Megapolitan
Pemkot Bogor Dorong Peran P...
Rona
Estafet Tunas Kelapa Kwarda...

Pemkot Bogor Segera Tata PKL di Taman Heulang

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bogor Segera Tata PK...

Wisatawan Taiwan Coba Ditarik ke Indonesia

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Wisatawan Taiwan Coba Ditar...
Olahraga
Pukulan Telak Jelang Asian ...
Megapolitan
Disnaker: Balai Latihan Ker...
Ekonomi
Kendaraan Listrik Harus Men...
Daerah
Ekonomi Papua Sangat Bergan...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.