Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jembatan Apung Maut Diganti Jembatan Gantung, Menteri PU: Demi Keselamatan Warga!

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 13:42 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jembatan Apung Maut Diganti Jembatan Gantung, Menteri PU: Demi Keselamatan Warga! Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Jembatan Gantung Setrokalangan sebagai pengganti jembatan apung yang selama ini menjadi akses penyeberangan warga antara Desa Setrokalangan, Kabupaten Kudus, dan Desa Kedungwaru, Kabupaten Demak

JAKARTA– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Jembatan Gantung Setrokalangan sebagai pengganti jembatan apung yang selama ini menjadi akses penyeberangan warga antara Desa Setrokalangan, Kabupaten Kudus, dan Desa Kedungwaru, Kabupaten Demak. Pembangunan jembatan gantung diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus menjaga keselamatan warga saat menyeberangi Sungai Wulan di perbatasan Kudus-Demak, Jawa Tengah. 

Jembatan Gantung Setrokalangan dibangun untuk menghadirkan akses yang lebih aman dan andal bagi masyarakat yang sebelumnya mengandalkan jembatan apung dengan sistem tambatan perahu untuk menyeberangi Sungai Wulan. Penggunaan jembatan apung memiliki keterbatasan karena tidak dapat beroperasi secara optimal ketika terjadi banjir atau peningkatan debit Sungai Wulan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan jembatan gantung menjadi salah satu solusi untuk membuka akses masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan konektivitas.

“Jembatan gantung memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mobilitas menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan akses terhadap layanan publik semakin terbuka,” kata Menteri Dody di Jakarta, Kamis (3/9).

Jembatan Gantung Setrokalangan memiliki panjang keseluruhan sekitar 180 meter, dengan bentang efektif sekitar 120 meter dan lebar sekitar 2 meter. Jembatan tersebut diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sehingga diharapkan dapat memperlancar aktivitas harian masyarakat kedua desa.

Pembangunan Jembatan Setrokalangan dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik Sungai Wulan, termasuk elevasi jembatan berada sekitar 3–4 meter dari muka air pada saat debit puncak serta memperhitungkan potensi sedimentasi sekitar 10–20 sentimeter. Pertimbangan teknis tersebut dilakukan untuk memastikan jembatan dapat berfungsi secara aman dan optimal sesuai kondisi lingkungan di lokasi.

Jembatan Gantung Setrokalangan merupakan jembatan tipe rigid dengan material rangka baja dan abutmen beton. Kapasitas jembatan sesuai dengan Surat Edaran (SE) No. 02/SE/M/2010 dan SE Dirjen Bina Marga No. 16/SE/Db/2021 dengan beban 5 kPa (0,5 ton/m2) secara bersamaan tetapi tidak berkumpul. 

Pembangunan Jembatan Setrokalangan dilaksanakan secara paralel dengan pekerjaan normalisasi Sungai Wulan yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air yang didanai melalui loan Asian Development Bank (ADB). Pekerjaan normalisasi Sungai Wulan ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Kehadiran Jembatan Gantung Setrokalangan diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap jembatan apung dan tambatan perahu sebagai akses penyeberangan, tetapi juga memperkuat konektivitas wilayah Kudus dan Demak. Pembangunan Jembatan Gantung Setrokalangan ditetapkan melalui evaluasi teknis dan survei lapangan dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat, kondisi keterisolasian wilayah, akses transportasi, serta potensi manfaat ekonomi yang dapat dihasilkan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.