Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Omzet Rp800 Ribu Jadi Rp12 Juta, Kisah Mustahik Baznas yang Sukses Kembangkan Usaha

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 13:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dari Omzet Rp800 Ribu Jadi Rp12 Juta, Kisah Mustahik Baznas yang Sukses Kembangkan Usaha Doc: Antara
Ket. Hatriyawati (50), mustahik asal Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah yang usahanya maju usai dibantu melalui program Baznas Microfinance Desa (BMD).

Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI lewat Program Baznas Microfinance Desa (BMD) berhasil mengembangkan usaha makanan ringan milik mustahik asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah Hatriyawati (50) yang mampu meningkatkan omzet penjualan mencapai Rp12 juta per bulan.

Hatriyawati mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan Baznas, mulai dari bantuan permodalan, pelatihan, pengembangan kemasan produk hingga perizinan sertifikasi halal.

"Setelah dibantu, lebih banyak perubahan. Saya bisa meningkatkan produksi dan pemasaran juga menjadi lebih luas," katanya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Hatriyawati menuturkan sebelum mendapatkan bantuan Baznas, dirinya hanya mampu memproduksi kurang dari 100 bungkus dengan omzet sekitar Rp800.000 dalam satu kali produksi. Kini, kapasitas produksinya meningkat hingga 200 bungkus dalam satu kali produksi.

"Alhamdulillah, setelah dibantu Baznas saya bisa memproduksi satu sampai dua kali dalam seminggu dengan omzet rata-rata Rp12 jutaan per bulan," ujarnya.

Peningkatan produksi membuat Hatriyawati semakin terdorong untuk mengembangkan usahanya. Ia berencana menambah jumlah produksi sekaligus mencoba mengembangkan jenis makanan ringan lainnya agar pilihan produknya semakin beragam dan peluang pemasaran semakin luas.

"Terima kasih Baznas dan para muzaki atas semua bantuan yang diberikan, sehingga usaha saya terus berkembang. Dengan perkembangan usaha yang pesat ini, saya berharap dapat memiliki outlet sendiri dan semakin mengembangkan produk milik saya," ucap Hatriyawati.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad mengatakan perkembangan usaha Hatriyawati menjadi salah satu contoh bahwa program pemberdayaan zakat dapat mendorong mustahik untuk lebih mandiri secara ekonomi.

Ia menjelaskan program pembiayaan produktif kepada para mustahik dengan prinsip nonprofit dalam rangka pengembangan usaha serta diharapkan jadi solusi dalam meningkatkan penghasilan.

Menurut Idy, keberhasilan tersebut merupakan kolaborasi yang baik antara keuletan mustahik dengan dukungan permodalan hingga pelatihan yang diberikan Baznas.

"Inilah tujuan program pemberdayaan Baznas, membuat mustahik lebih berdaya, mandiri dan diharapkan nantinya bisa menjadi muzaki. Baznas ingin mencetak lebih banyak lagi muzaki-muzaki baru dari kalangan mustahik," katanya.

Menurutnya, perjalanan Hatriyawati menunjukkan bagaimana usaha yang bermula dari penjualan sederhana dapat terus berkembang ketika pelaku usaha mampu memanfaatkan peluang dan meningkatkan kapasitas produksinya.

Selain mengembangkan usaha mustahik, ucap Idy, keberadaan BMD juga menjadi upaya Baznas agar mustahik memiliki akses permodalan yang lebih baik, sehingga mustahik tidak terjerat praktik rentenir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Megapolitan
CKG Kota Tangerang Deteksi ...
Megapolitan
Pemkot Bogor Dorong Peran P...
Rona
Estafet Tunas Kelapa Kwarda...

Pemkot Bogor Segera Tata PKL di Taman Heulang

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bogor Segera Tata PK...

Wisatawan Taiwan Coba Ditarik ke Indonesia

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Wisatawan Taiwan Coba Ditar...
Olahraga
Pukulan Telak Jelang Asian ...
Megapolitan
Disnaker: Balai Latihan Ker...
Ekonomi
Kendaraan Listrik Harus Men...
Daerah
Ekonomi Papua Sangat Bergan...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.