Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Macan Tutul Serang Warga di Bandung Sudah Dievakuasi dan Rehabilitasi di Taman Satwa Cikembulan

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Macan Tutul Serang Warga di Bandung Sudah Dievakuasi dan Rehabilitasi di Taman Satwa Cikembulan Doc: BBKSDA
Ket. Kondisi seekor macan tutul (Panthera pardus melas) jantan yang ditangkap karena masuk pemukiman rumah dan menyerang warga di Pacet, Kabupaten Bandung dalam kondisi sehat setelah mendapatkan penanganan rehabilitasi di Taman Satwa Cikembulan, Kabupaten Garut

GARUT - Seekor macan tutul (Panthera pardus melas) masuk pemukiman rumah dan menyerang warga di Pacet, Kabupaten Bandung pada Februari 2026. Kondisinya kini sudah sehat setelah mendapatkan penanganan rehabilitasi di Taman Satwa Cikembulan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Yang jelas untuk sementara ini dalam kondisi sehat, tapi masih perlu perawatan lebih lanjut," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat (Jabar) Vitriana Yulalita saat dihubungi di Garut, Kamis.

Ia menuturkan macan tutul tersebut ditangkap di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada Februari 2026, selanjutnya dititipkan di Taman Satwa Cikembulan, Garut, untuk menjalani rehabilitasi.

Macan tutul itu, lanjut dia, saat dievakuasi dalam kondisi luka-luka dan membutuhkan perawatan untuk proses pemulihan, sekaligus direhabilitasi secara intensif, sampai akhirnya sehat dengan kondisi saat ini bisa berjalan dan makan.

Namun saat ini, kata dia, macan tutul itu dipindahkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu (YCKT) Sukabumi agar lebih pulih sebelum nanti dilepasliarkan ke alam liar di habitatnya.

"Kalau Cikembulan kan dia taman satwa, jadi fokus kelolanya berbeda, kalau lembaga seperti YCKT itu dia fokusnya sebagai pusat penyelamatan," katanya.

Ia berharap adanya pemindahan satwa macan tutul ke YCKT itu bisa lebih intensif, sehingga kondisinya lebih optimal dan ada harapan untuk bisa dilepasliarkan di alam bebas.

"Diharapkan penanganan dan fasilitas untuk mempersiapkan kondisi terbaik satwa juga lebih optimal. Kita semua berharap masih bisa dilepasliarkan kembali di lokasi yang tepat," katanya.

Sebelumnya, rehabilitasi macan tutul berjenis kelamin jantan dilakukan dengan cara dikarantinakan untuk mendapatkan perawatan oleh dokter hewan dan juga tim medis yang setiap hari terus diobservasi perkembangannya.

Setiap hari tim medis memantau perkembangannya, seperti bagaimana pola makan, pola minum, dan perilakunya ada yang aneh atau tidak sampai akhirnya dinyatakan sehat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Upaya Mengurangi Residu Karhutla di Palembang

12 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Upaya Mengurangi Residu Kar...
Nasional
Cegah Kanker Sejak Dini, YK...

Riyadh Dibombardir Houthi, Piala Asia 2027 Pindah atau Tunda?

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Riyadh Dibombardir Houthi, ...
Advertisement
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.