Cirebon Mask Festival Upaya Museum Topeng Menuju Internasional
📅 Kamis, 03 Sep 2026, 22:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Cirebon - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Jawa Barat, mengembangkan Museum Topeng Cirebon menjadi pusat kebudayaan yang memiliki jejaring internasional melalui Cirebon Mask Festival pada November 2026.
Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmajaya mengatakan festival tersebut menjadi langkah untuk memperluas jaringan budaya, sekaligus memperkaya koleksi museum dengan topeng dari berbagai negara.
"Kami ingin Museum Topeng Cirebon ke depan tidak hanya berbicara tentang koleksi topeng Cirebon, tetapi bisa berkembang menjadi museum topeng internasional," kata Agus di Cirebon, Kamis.
Menurut dia, Korea Selatan, Malaysia, Myanmar, dan Singapura telah mengonfirmasi keikutsertaan dalam Cirebon Mask Festival yang akan berlangsung pada November di kota tersebut.
Para delegasi negara peserta, kata dia, direncanakan membawa topeng khas dari negaranya masing-masing untuk dihibahkan kepada Pemerintah Kota Cirebon.
Agus mengatakan penambahan koleksi dari berbagai negara dapat memperluas wawasan pengunjung, mengenai keragaman tradisi topeng sekaligus memperkuat posisi Museum Topeng Cirebon sebagai ruang pertukaran budaya.
Ia menjelaskan pengembangan jejaring tersebut turut didorong oleh kekayaan seni topeng Cirebon, yang memiliki karakter jauh lebih beragam dibandingkan lima wanda yang selama ini dikenal masyarakat.
Lima wanda tersebut meliputi Panji, Rumyang, Tumenggung, Kelana, dan Samba, sedangkan hasil inventarisasi menunjukkan karakter topeng Cirebon mencapai lebih dari 750 jenis.
"Kalau di daerah lain wayang wong menggunakan orang yang wajahnya dirias atau dilukis sesuai karakter, di Cirebon wayang wong menggunakan topeng sebagai representasi karakter," katanya.
Agus menuturkan Museum Topeng Cirebon resmi berdiri pada 2 September 2024, serta menjadi museum pertama milik Pemerintah Daerah Kota Cirebon.
Ia mengemukakan saat awal berdiri, museum tersebut memiliki sekitar 130 koleksi yang terdiri atas replika wayang wong serta topeng lama dari keluarga Nani dan Subrata.
"Dalam satu tahun kita mendapatkan tambahan sekitar 500 koleksi. Ini menunjukkan bahwa museum terus berkembang," ujarnya.
Selama dua tahun beroperasi, lanjut dia, Museum Topeng Cirebon telah mencatat lebih dari 18.000 kunjungan sehingga Disbudpar menilai tempat tersebut berpeluang dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisata budaya.
“Kami juga menjajaki pertunjukan rutin di kawasan museum bersama sejumlah mitra untuk memperkuat keterkaitan antara museum, seni pertunjukan, dan pariwisata,” ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!