Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rekonstruksi Kampung Adat Sade Tetap Mempertahankan Nilai Historis dan Karakter Budaya

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 22:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rekonstruksi Kampung Adat Sade Tetap Mempertahankan Nilai Historis dan Karakter Budaya Doc: Antara
Ket. ustrasi - Petugas Museum NTB menyusuri puing-puing sisa kebakaran untuk mencari dan menyelamatkan artefak bernilai sejarah dan budaya di Dusun Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin (25/8/2026).

Lombok Tengah - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), memastikan rekonstruksi Kampung Adat Sade tetap mempertahankan nilai historis dan karakter budaya setempat dengan menyesuaikan terhadap kebutuhan masyarakat masa kini.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan nilai-nilai historis yang ada di kawasan Desa Sade harus tetap dijaga untuk keberlanjutan generasi penerus.

"Walaupun seperti itu, nilai-nilai historisnya harus dijaga karena untuk keberlanjutan generasi-generasi penerus di masa depan," ujar dia di Lombok Tengah, Kamis.

Pathul menuturkan pemerintah tetap mempertahankan sejumlah unsur tradisional saat proses rekonstruksi yang menjadi ciri khas rumah adat setempat.

Beberapa unsur tradisional tersebut adalah penggunaan atap alang-alang, pagar tradisional, serta tembok setengah bata yang menjadi ciri khas arsitektur rumah adat penduduk suku Sasak di Kampung Adat Sade.

Ia menegaskan rekonstruksi perlu menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini tanpa menghilangkan karakter budaya, salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah penyediaan listrik.

Pemerintah, kata Fathul, perlu mencari konsep terkait penyediaan fasilitas modern yang tetap selaras dengan karakter kawasan kampung adat.

Rekonstruksi Sade tidak hanya berorientasi kepada pembangunan kembali bangunan yang terdampak kebakaran, tetapi juga memastikan nilai sejarah dan karakter budaya kawasan tersebut tetap lestari.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya Kampung Adat Sade mengalami kebakaran sekitar pukul 22.00 WITA pada 22 Agustus 2026.

Sejumlah saksi mata menceritakan api pertama kali muncul dari salah satu rumah di tengah permukiman adat tersebut. Api kemudian merembet ke sejumlah rumah lainnya yang sebagian besar menggunakan bahan mudah terbakar, seperti kayu, bambu, dan ilalang.

Dusun Adat Sade merupakan salah satu kampung adat tertua di Pulau Lombok yang telah ada sejak abad ke-16 dan telah diwariskan selama 15 generasi.

Di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara, kampung itu terkenal sebagai destinasi budaya yang kental dalam upaya mempertahankan berbagai tradisi adat suku Sasak.

Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan mengatakan Sade meski hanya sebuah dusun, tapi bisa menarik perhatian masyarakat dunia lantaran kekuatan kebudayaan yang ditancapkan oleh penduduk setempat.

Proses rekonstruksi Kampung Adat Sade memperoleh bantuan dari kementerian, yayasan kemanusiaan, hingga perusahaan swasta. Mereka bergotong royong membangun masjid, rumah, sentra loka karya, hingga museum di Sade.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Nasional
Makin Jos, Anggaran Alat Ko...
Megapolitan
Polisi Buru Komplotan Pemal...
Luar Negeri
Ikan Pelangi Endemik Austra...
Advertisement
WMO dan PBB Peringatkan El Niño Meningkat Menuju Level Sangat Kuat, Timbulkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027 dan Dampaknya pada Masyarakat Rentan

WMO dan PBB Peringatkan El Niño Meningkat Menuju Level Sangat Kuat, Timbulkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027 dan Dampaknya pada Masyarakat Rentan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.