PM Nepal Balen Hadapi Ujian Terberat Usai Bencana Gletser Tewaskan 1.000 Orang
📅 Rabu, 02 Sep 2026, 13:25 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Rekonstruksi mungkin akan lebih diprioritaskan daripada reformasi," ujarnya, seraya menunjuk pada proyek pembangkit listrik tenaga air yang rusak, komunitas yang hancur, serta kebutuhan mendesak untuk memulihkan mata pencaharian masyarakat.
Braun memperingatkan dampak ekonomi bencana dapat berlangsung jauh lebih lama dibandingkan masa tanggap darurat. Salah satu alasannya adalah banjir merusak infrastruktur pembangkit listrik tenaga air yang menjadi sektor penting bagi ekspor listrik Nepal.
Bencana tersebut juga menghancurkan jalur perdagangan utama dengan China serta melanda sejumlah kawasan yang populer di kalangan pendaki dan peziarah, sehingga berpotensi menambah kerugian ekonomi.
Bagi Shah, para analis menilai bencana ini juga dapat memaksa perubahan iklim menjadi bagian utama dalam agenda nasional Nepal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pradhan mengatakan Nepal pada akhirnya mungkin harus memandang perubahan iklim "sebagai kepentingan keamanan nasional", mengingat besarnya kerusakan dan jumlah korban jiwa akibat bencana tersebut.
Dixit, yang menyoroti jutaan dolar bantuan internasional yang dijanjikan untuk Nepal, mengatakan pemerintah akan dinilai dari bagaimana dana tersebut digunakan.
"Ujian sebenarnya adalah bagaimana uang tersebut dibelanjakan -- apakah pertama-tama akan diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan?" ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!