PM Nepal Balen Hadapi Ujian Terberat Usai Bencana Gletser Tewaskan 1.000 Orang
📅 Rabu, 02 Sep 2026, 13:25 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SShah naik ke tampuk kekuasaan dengan dukungan besar karena dianggap menawarkan wajah baru di tengah generasi lama pemimpin politik Nepal.
"Harapan terhadap Balen ketika mulai menjabat sangat tinggi, terutama di kalangan pemilih muda yang melihatnya sebagai sosok yang berbeda dari kelompok politik mapan Nepal," kata Brian Braun dari konsultan Control Risks.
"Enam bulan kemudian, gambaran tersebut menjadi lebih beragam."
Menurut Braun, Shah dapat menunjukkan kemajuan dalam mempercepat pelayanan publik serta upaya pemberantasan korupsi. Namun, masyarakat masih menunggu lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan peluang ekonomi yang menjadi bagian utama dari janji transformasi yang disampaikannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Banjir ini kini menjadi ujian besar pertamanya untuk melihat apakah kepercayaan tersebut dapat bertahan ketika menghadapi krisis yang sebenarnya," ujar Braun.
Krisis tersebut juga kembali menyoroti gaya kepemimpinan Shah.
"Dia cenderung menghindari kamera, tidak menyampaikan pidato kepada bangsa pada saat-saat ketika masyarakat mungkin mengharapkannya," kata Ashish Pradhan dari International Crisis Group.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, Pradhan mengatakan masih ada keyakinan luas bahwa Shah mewakili "bentuk politik yang berbeda", terutama melalui penekanan pemerintahannya terhadap pemberantasan korupsi.
Kunda Dixit, penerbit mingguan Nepali Times, mengatakan respons awal pemerintah memberikan gambaran yang cukup menggembirakan karena sejumlah menteri dan pejabat terlihat langsung berada di lapangan.
"Saat gempa bumi terjadi, para pejabat hampir tidak terlihat berada di lapangan," kata Dixit, membandingkan respons pemerintah pada 2015 dengan kondisi dalam bencana terbaru.
"Gambaran tersebut memang memberikan dorongan kepada masyarakat, tetapi pada akhirnya hasilnya harus dinilai berdasarkan bagaimana masyarakat dibantu dan seberapa efektif pemerintah menjalankan operasi bantuan serta penyelamatan," katanya kepada AFP.
Bencana tersebut juga berpotensi mengganggu agenda reformasi ambisius yang dirancang Shah.
Pradhan mengatakan skala kehancuran membuat rekonstruksi kemungkinan akan menjadi prioritas utama dibandingkan janji untuk mentransformasi perekonomian dan mempercepat pembangunan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!