Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RSUD Klungkung Bali Kembangkan Digitalisasi Layanan Pasien

📅 Senin, 31 Agu 2026, 15:35 WIB | Oleh:
RSUD Klungkung Bali Kembangkan Digitalisasi Layanan Pasien Doc: ANTARA/HO-Pemkab Klungkung
Ket. RSUD Kabupaten Klungkung, Bali, Senin (31/8).

Klungkung, Bali -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Klungkung, Bali mengembangkan digitalisasi layanan untuk mendukung efisiensi dan mempercepat layanan serta penanganan pasien, baik rawat inap maupun rawat jalan.

“Ini bagian dari transformasi layanan,” kata Direktur RSUD Klungkung I Nengah Winata di Klungkung, Senin.

Ia menjelaskan transformasi layanan itu melalui jalan panjang sejak rumah sakit tersebut didirikan pada 1963 ketika menjadi barak pengungsian yang kala itu merawat korban letusan Gunung Agung.

Layanan digital itu, di antaranya mencakup rekam medis elektronik sehingga riwayat kesehatan dan pengobatan pasien tersimpan secara digital.

Di ruang pelayanan rumah sakit umum (RSU) kelas B itu, tenaga medis juga mengisi data pasien berbasis aplikasi serta pemberlakuan resep elektronik, sehingga tanpa menggunakan kertas dan sudah terintegrasi dari poliklinik ke bagian farmasi.

Pasien rawat jalan juga bisa mendaftar daring sehingga menekan antrean panjang dan menumpuk di ruang poliklinik.

Menurut dia, digitalisasi menjadi kewajiban fasilitas kesehatan karena menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan teknologi saat ini.

“Kondisi itu perlu dibarengi kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan masyarakat serta tuntutan perkembangan pelayanan kesehatan,” kata dia.

Dengan didukung 1.064 tenaga medis, termasuk 58 dokter spesialis dan tenaga kesehatan, pihaknya juga fokus mendukung rumah sakit itu sebagai RSU pendidikan, khususnya sumber daya manusia (SDM) kesehatan di kawasan Bali Timur.

Ia menjelaskan peningkatan SDM kesehatan yang ingin belajar dan berlatih tidak terkonsentrasi di satu titik melainkan dapat menyebar di sejumlah rumah sakit pendidikan di Bali.

“Status tersebut sekaligus memperkuat kami bukan hanya sebagai fasilitas kesehatan, tetapi juga sebagai wahana pendidikan dan pelatihan kesehatan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Jangan Panik! Khofifah Mint...
Olahraga
Timnas Futsal Indonesia Tel...
Rona
Sambut 2027, Ayu Ting Ting ...
Advertisement
'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.