Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyumas Mau Dimekarkan? Bupati Ungkap Risiko PAD dan Infrastruktur

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 13:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banyumas Mau Dimekarkan? Bupati Ungkap Risiko PAD dan Infrastruktur Doc: Antara
Ket. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberi keterangan pers terkait pemekaran wilayah di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (2/9).

Purwokerto - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan pemekaran wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, perlu disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah agar tidak membebani kabupaten induk maupun daerah otonom baru.

"Kalau saya jujur, ya senang saja kalau dimekarkan. Cuma secara hitungan saya, saat ini belum mampu. Ini pendapat pribadi saya," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (2/9).

Ia mengatakan informasi mengenai wacana pemekaran Banyumas sebelumnya mengarah pada dua wilayah, kemudian berkembang menjadi tiga wilayah.

Akan tetapi, pemekaran menjadi dua daerah terlebih dahulu, yakni Kota Purwokerto dan Kabupaten Banyumas (beribukota di Kecamatan Banyumas), lebih realistis dibandingkan langsung membentuk tiga daerah otonomi baru, yang meliputi Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas Timur (beribukota di Kecamatan Banyumas), dan Kabupaten Banyumas Barat (beribukota di Kecamatan Ajibarang atau Wangon).

Pihaknya juga mendengar adanya lampu hijau dari pemerintah provinsi terkait wacana pemekaran tersebut.

Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai sikap pemerintah pusat.

"Dari provinsi lampu hijau, pusat saya belum tahu," katanya menegaskan

Ia menjelaskan salah satu opsi pemekaran berkaitan dengan kawasan perkotaan Purwokerto dan wilayah sekitarnya.

Dalam pembicaraan tersebut, Purwokerto, Baturraden hingga kemungkinan Karanglewas disebut sebagai kawasan yang dapat masuk dalam pemekaran.

Namun, rincian wilayah tersebut belum final dan masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Menurut dia, pembentukan daerah otonomi baru membutuhkan biaya besar untuk menyiapkan pemerintahan, infrastruktur, serta fasilitas pelayanan publik.

"Membuat kabupaten baru itu biayanya mahal sekali. Banyumas ‘kan sudah ada infrastrukturnya. Coba kalau Banyumas dibangun, kemudian membangun lagi di Wangon, duitnya sudah habis, sekarang duit juga enggak ada," katanya.

Ia juga mengingatkan potensi berkurangnya pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Banyumas apabila kawasan perkotaan dimekarkan.

Menurut dia, PAD yang besar selama ini berada di kawasan Kota Purwokerto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
Trump Tolak Pembentukan Lem...

Empat Pekerja Tambang Nikel di Konawe Utara Tewas Tertimbun Longsor

24 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Empat Pekerja Tambang Nikel...
Olahraga
Indonesia Masih Tanpa Emas,...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.