Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DJP Pastikan Pajak Marketplace Bukan Pemungutan Baru

3 Kamis, 24 Sep 2026, 00:20 WIB | Oleh:
DJP Pastikan Pajak Marketplace Bukan Pemungutan Baru DJP Pastikan Pajak Marketplace Bukan Pemungutan Baru Doc: Istimewa

JAKARTA - Pemerintah memastikan kebijakan Pemungutan Pajak Penghasilan (PPH) 22 atas pedagang di lokapasar (marketplace) berlaku mulai 1 November 2026. Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) menyatakan, peraturan kebijakan tersebut bukanlah pajak baru.

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti, mengatakan hal tersebut merupakan perubahan pada mekanisme pemungutan pajak. Inge menyebutkan, kebijakan ini bertujuan untuk membantu para pedagang dalam pembayaran dan pelaporan pajak.

"Sebetulnya kita ingin membantu nih para seller supaya nggak repot lagi mereka melakukan penyetoran pajaknya maupun pelaporannya. Jadi mereka enggak perlu repot ngitung-ngitung, lapor lagi karena memang sudah dilakukan oleh marketplace,” kata Inge pada Rabu (23/9).

Inge Kembali menegaskan, PPH 22 bukan pajak baru dan merupakan kewajiban perpajakan bagi seluruh pedagang. Pemerintah melalui DJP, katanya, hanya mengatur perubahan mekanisme pelunasan pajaknya.

Menurut dia, tempat E-commerce raksasa seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli telah ditunjuk oleh pemerintah memungut pajak pedagang online. Penerapan kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No, 37 tahun 2025.

“Waktu 1 Agustus kita mulai pemungutan mereka sudah siap, bahkan sudah mulai memungut, waktu itu kan selama beberapa hari. Tapi pimpinan kami merasa mungkin belum pas, edukasi barangkali masih kurang, masih banyak salah persepsi sehingga ditunda pemungutannya,”ucap dia.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IDEA), Budi Primawan, menilai peraturan tersebut memiliki dampak positif dan negatif. Menurut dia pihak marketplace memiliki kewenangan untuk melakukan penarikan sesuai dengan omset pedagang.

“Hanya UMKM yang beromset per tahunnya 500 juta, itu baru kena pajak, di bawah 500 juta nggak kena pajak. Kalau usaha mikro dan kecil, kita lihat, mikro lah terutama. Omsetnya ini nggak akan mencapai 500 juta,” ujar Budi.

Budi pun berharap kebijakan ini lebih disosialisasikan secara maksimal agar membangun ekosistem pajar di marketplace yang lebih siap. "Kita di asosiasi, di platform, semua sama, kita lebih baik turut bersama-sama membangun ekosistem kita, dari pada kita kagetan gitu," ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.