Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Anggap Enteng, Meski Masih Muda Bisa Kena Serangan Jantung

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 00:45 WIB | Oleh:
Jangan Anggap Enteng, Meski Masih Muda Bisa Kena Serangan Jantung Doc: ist
Ket. perlu jaga kesehatan

JAKARTA – Anak-anak muda juga mesti mulai menjaga kesehatan jantung karena mereka juga bisa terkena serangan. Serangan jantung tak menunggu tua. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) mengingatkan masyarakat bahwa serangan jantung juga dapat terjadi pada kelompok usia muda, termasuk mereka yang berada pada rentang usia 20 hingga 45 tahun.

Ketua Pengurus Pusat Perki dr Ade Meidian Ambari mengatakan anggapan bahwa serangan jantung hanya dialami kelompok lanjut usia perlu diubah karena faktor risiko penyakit kardiovaskular juga dapat ditemukan pada usia muda. "Serangan jantung itu sering terjadi usia antara 20 sampai 45 tahun,” kata Ade dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2026 di Jakarta, Rabu.

Ade mengatakan terdapat perubahan pada faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dalam lima hingga 10 tahun terakhir. Menurut dia, hipertensi yang sebelumnya bukan menjadi faktor risiko nomor satu kini telah bergeser menjadi faktor risiko utama, menggantikan kebiasaan merokok.

Dia mengaitkan tingginya tekanan darah dengan pola konsumsi masyarakat, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan asin. Ade mengatakan asupan garam bagi masyarakat secara umum sebaiknya dibatasi sekitar satu sendok teh per hari.

Selain hipertensi dan kebiasaan merokok, Ade menyebut kolesterol tinggi dan diabetes sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular yang dapat dimodifikasi. Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Annisa Pohan Yudhoyono mengatakan penyakit jantung juga mengancam kelompok usia produktif.

Dia menyebut populasi penyakit jantung di Indonesia paling besar berada pada rentang usia 18 hingga 45 tahun, dengan kelompok usia 25 hingga 34 tahun menjadi kelompok terbesar.

"Jadi jangan pikir karena masih muda, enggak usah mengecek jantung. Walaupun kita masih 30-an, masih 40-an, kalau bisa setidaknya sekalilah dalam usia itu kita cek jantung,” kata Annisa. Ade juga mengingatkan masyarakat yang memiliki riwayat serangan jantung pada keluarga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak usia muda.

Sang dokter menyarankan pemeriksaan dilakukan setelah usia 20 tahun bagi mereka yang memiliki orang tua dengan riwayat serangan jantung sebelum usia 55 tahun pada laki-laki atau sebelum 65 tahun pada perempuan. Jika hasil pemeriksaan normal, pemeriksaan berikutnya dapat dilakukan lima tahun kemudian. Sementara itu, masyarakat berusia di atas 40 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Rupiah Masih Rentan - 14 Oktober 2026
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.