Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Dapat Kendali Mayoritas 65 Miliar Barel Minyak Venezuela

📅 Senin, 31 Agu 2026, 01:00 WIB | Oleh:
AS Dapat Kendali Mayoritas 65 Miliar Barel Minyak Venezuela Doc: Sumber: Kpler - koran jakarta/ones - afp

CARACAS – Amerika Serikat (AS) mengamankan kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak terbukti Venezuela melalui kesepakatan baru yang disebut Presiden AS Donald Trump sebagai “kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia”.

Trump mengatakan kesepakatan tersebut akan meningkatkan pasokan minyak AS sekaligus berpotensi menekan harga bensin bagi masyarakat Amerika. Menurutnya, kesepakatan itu tidak membebani pembayar pajak AS.

“AS baru saja menandatangani Perjanjian dengan Negara Venezuela tentang, KESEPAKATAN MINYAK TERBESAR DALAM SEJARAH DUNIA!” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social. Dilansir dari AFP, Trump menyebut AS, melalui kemitraan dengan perusahaan swasta, memperoleh “kendali mayoritas AS atas lebih dari 65 MILIAR BAREL cadangan minyak terbukti di Venezuela, tanpa biaya bagi pembayar pajak AS”.

Ia mengklaim kesepakatan tersebut akan “LEBIH DARI DUA KALI LIPAT cadangan minyak AS”, meningkatkan pasokan energi serta secara substansial menurunkan harga bensin bagi warga Amerika dalam jangka panjang.

 Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyambut kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai “kemenangan besar” bagi masyarakat Amerika dan Venezuela. Ia mengatakan kesepakatan itu akan membawa hampir 100 miliar dolar AS investasi swasta ke Venezuela.

 “Bagi rakyat Venezuela, kesepakatan ini akan membawa hampir 100 miliar dolar AS investasi swasta, mendukung ribuan lapangan kerja dengan gaji tinggi, serta mendorong pembangunan kembali perekonomian Venezuela,” kata Rubio.

Sementara itu, pemimpin sementara Venezuela Delcy Rodriguez berusaha meyakinkan masyarakat bahwa kesepakatan dengan Washington tidak menghilangkan kepemilikan Venezuela atas sumber daya alamnya.

“Satu hal harus benar-benar jelas: Venezuela tetap memiliki kepemilikan dan kedaulatan atas sumber dayanya,” kata Rodriguez dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah. Menurut Rodriguez, kerja sama tersebut bertujuan mengubah cadangan minyak Venezuela yang selama ini berada di bawah tanah menjadi “sumber kesejahteraan sosial dan ekonomi bagi rakyat Venezuela”. 

Pemerintah Caracas menyebut kesepakatan tersebut melibatkan sekitar 100 miliar dolar AS investasi swasta untuk menghidupkan kembali industri minyak Venezuela, yang memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia.

Babak Baru

Kesepakatan tersebut tercapai ketika hubungan Washington dan Caracas memasuki babak baru setelah bertahun-tahun diwarnai tekanan dan sanksi. Pemerintahan Venezuela berada di bawah tekanan kuat pemerintahan Trump sejak pasukan AS menggulingkan dan menangkap mantan penguasa Venezuela Nicolas Maduro pada Januari.

Washington kemudian mengizinkan Rodriguez, yang sebelumnya menjabat wakil presiden Maduro, tetap menjadi pemimpin sementara Venezuela selama mengikuti garis kebijakan Washington. Di sektor energi, pemerintahan Rodriguez sebelumnya telah membuka sektor pertambangan dan minyak yang selama ini dikendalikan ketat kepada modal swasta dan investasi asing. Pada saat yang sama, Washington mulai melonggarkan sejumlah sanksi terhadap sektor minyak Venezuela.

Produksi minyak Venezuela meningkat 29,8 persen pada Januari- Juli menjadi sekitar 1,2 juta barel per hari. Namun, angka tersebut masih jauh di bawah produksi sekitar tiga juta barel per hari yang dicapai negara itu sekitar 25 tahun lalu. Kesepakatan dengan AS menargetkan pemulihan produksi ke level tersebut. Namun, analis memperkirakan peningkatan produksi membutuhkan waktu beberapa tahun.

“Kenaikan produksi tidak akan terlihat setidaknya dalam tiga atau empat tahun,” kata Oswaldo Felizzola, profesor di Institute of Higher Studies in Administration (IESA) Caracas. Felizzola menyambut peran AS sebagai “penjamin” investasi karena Venezuela telah kesulitan menarik modal dalam jumlah besar selama lebih dari satu dekade.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...

Tiga Tentara Korsel Terluka Akibat Ledakan di DMZ

19 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tiga Tentara Korsel Terluka...
Megapolitan
Kebakaran Terminal NPCT1 Ja...

Tiongkok Depak Dua Jenderal dari Partai Komunis

34 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tiongkok Depak Dua Jenderal...
Advertisement
Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.