Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Depak Dua Jenderal dari Partai Komunis

4 Selasa, 22 Sep 2026, 02:15 WIB | Oleh:
Tiongkok Depak Dua Jenderal dari Partai Komunis Tiongkok Depak Dua Jenderal dari Partai Komunis Doc: AFP/WANG ZHAO
Ket. Zhang Youxia

BEIJING – Tiongkok telah mengeluarkan dua perwira tinggi militer dari Partai Komunis yang berkuasa pada Senin (21/9), menurut laporan media pemerintah. Langkah ini diambil beberapa bulan setelah diumumkan bahwa keduanya sedang diselidiki atas pelanggaran hukum yang serius.

Salah satu dari mereka, Zhang Youxia, menjabat sebagai wakil ketua senior dari dua wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC), yang menjadikannya jenderal dengan pangkat tertinggi di Tiongkok yang didepak dari Partai Komunis atas tuduhan pelanggaran hukum.

Namun pada Januari lalu, kementerian pertahanan menyatakan bahwa Zhang dan perwira kedua, Liu Zhenli, diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius, sebuah eufemisme yang umum digunakan di Tiongkok untuk menyebut tindak pidana korupsi.

Bulan lalu, Zhang dan Liu sebenarnya telah dicopot dari jabatan mereka di CMC.

Pengumuman ini merupakan bagian dari gerakan antikorupsi besar-besaran yang menjadi ciri khas masa kekuasaan Presiden Xi Jinping. Namun, jatuhnya Zhang secara khusus mengejutkan para pengamat, mengingat senioritasnya dan persepsi bahwa ia dekat dengan pemimpin Tiongkok tersebut.

Kantor berita Xinhua untuk pertama kalinya membagikan rincian kasus mereka, dengan menyebutkan bahwa kasus tersebut melibatkan jumlah uang yang sangat besar.

“Para pejabat tinggi yang bertemu di Beijing pada Senin memutuskan untuk mengeluarkan kedua orang tersebut dari Partai Komunis dan melimpahkan kasus mereka ke badan hukum militer untuk ditinjau dan dituntut secara hukum,” lapor Xinhua.

Hasil penyelidikan menemukan bahwa Zhang dan Liu telah menjadi tidak setia kepada partai dan melanggar batas-batas ketentuan dengan melakukan serangkaian pelanggaran, termasuk membentuk kelompok eksklusif dan menerima uang dalam jumlah besar untuk keuntungan pribadi, ungkap Xinhua.

“Kedua orang tersebut juga menggunakan jabatan mereka untuk membantu pihak lain dalam hal-hal seperti promosi jabatan," lapor Xinhua mengutip hasil penyelidikan.

Pemecatan mereka masih harus disahkan dalam sidang pleno Komite Sentral Partai.

Keputusan hari Senin tersebut menegaskan kembali sikap tegas bahwa sama sekali tidak ada tempat bagi unsur-unsur korup untuk bersembunyi di dalam militer, kata Xinhua. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Langit Jakarta Berpotensi M...
Luar Negeri
Presiden Belarus Sebut Trum...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.