Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mentan Amran: Bioetanol Nasional Berpotensi Hemat Devisa hingga Rp500 Triliun.

2 Selasa, 22 Sep 2026, 02:30 WIB | Oleh:
Mentan Amran: Bioetanol Nasional Berpotensi Hemat Devisa hingga Rp500 Triliun. Mentan Amran: Bioetanol Nasional Berpotensi Hemat Devisa hingga Rp500 Triliun. Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pengembangan bioetanol nasional berpotensi menghemat devisa hingga sekitar Rp500 triliun setiap tahun.

Penghematan devisa tersebut berasal dari pengembangan bioetanol sebagai energi terbarukan yang selama ini diproduksi negara lain, sehingga nilai ekonominya dapat berputar di dalam negeri.

"Karena yang terpenting adalah etanol diproduksi negara lain, itu nilainya energi, ya, biofuel, itu nilainya Rp500 triliun. Kalau Rp500 triliun ini berputar di petani Indonesia," kata Mentan usai Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol bersama 44 bupati dari berbagai daerah sentra produksi di Jakarta, Senin.

Mentan mengatakan pemerintah mendorong pengembangan bioetanol berbasis tiga komoditas strategis pertanian, yakni tebu, singkong, dan jagung sebagai bahan baku utama energi.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyiapkan pengembangan lahan seluas 1 juta hingga 2 juta hektare yang akan menjadi basis produksi bahan baku bioetanol nasional.

Amran menjelaskan pengembangan kawasan bioetanol membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta untuk mempercepat realisasi program.

Lebih lanjut, dia menyebutkan sebanyak 44 bupati yang menghadiri rapat tersebut telah menyatakan dukungan dalam konsolidasi awal pengembangan kawasan bioetanol dengan menyiapkan potensi wilayah, lahan, serta komoditas yang sesuai kebutuhan industri.

Amran menegaskan pemerintah akan memprioritaskan pemanfaatan lahan yang tersedia, seperti lahan yang telah dilepaskan dan kawasan yang sesuai untuk pengembangan tanaman energi.

Selain itu, pemerintah juga akan melibatkan BUMN serta swasta dalam pembangunan industri bioetanol dengan skema investasi yang mendukung percepatan pengembangan kawasan.

"Anggarannya mungkin 30 persen dari BUMN, 70 persen dari swasta, dan pasti swasta mau, karena tanahnya disiapkan oleh negara, pasti berbondong-bondong," tutur Amran.

Dia menilai pengembangan bioetanol menjadi langkah lanjutan setelah penguatan sektor pangan dan protein untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional melalui potensi pertanian Indonesia.

"Intinya adalah bagaimana kita berdaulat energi, pangan, protein. Insya Allah, Indonesia menjadi negara besar, negara super power ke depan. Sekarang, pangan selesai, protein sudah selesai. Sekarang, etanol kita kejar," pungkas Amran. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Yuk “Jelong-jelong” ke Tujuh Pulau lewat Tour de EnTeTe

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Yuk “Jelong-jelong” ke ...
Luar Negeri
Gempuran AI, Bagaimana Seni...

Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar karena Situasi Timur Tengah

53 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Yamaha Mundur dari MotoGP Q...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.