Gabungan Metode AS-Jajar Legowo! PM-AAS Kementan Pecahkan Rekor Produktivitas Padi
📅 Minggu, 30 Agu 2026, 10:55 WIB | Oleh: Tim RedaksiBRMP sudah menguji PM-AAS di 2.000 hektare di 15 provinsi pada MK-1 2026. Hasil ubinan BPS di 18 kabupaten dari 13 provinsi menunjukkan rata-rata produktivitas PM-AAS 10,34 ton GKP/ha.
Angka itu naik 63,46% dibanding non-PM-AAS yang hanya 6,32 ton/ha. Selisihnya 4,02 ton/ha.
66,7% lokasi atau 12 dari 18 tempat sudah tembus minimal 10 ton/ha.
Padahal produktivitas padi nasional 20 tahun terakhir stagnan di 5,3 ton GKG/ha atau sekitar 6,3 ton GKP/ha.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dampak ke Kantong Petani
Mentan Amran menghitung, jika disiplin menerapkan PM-AAS, pendapatan petani 1 hektare bisa Rp16,3 juta/bulan.
“Kalau sawahnya satu hektare, rata-rata pendapatannya bisa sekitar Rp16,3 juta per bulan. Artinya di atas gaji pegawai,” tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan teknologi, efisiensi, dan pendampingan, Kementan berharap PM-AAS bisa jadi mesin baru untuk memperkuat swasembada sekaligus membuat pertanian Indonesia lebih tangguh dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!