Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tembus Pasar Afrika, Camilan Perut Punai dari Bengkulu Dapat Kontrak Ekspor

📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 13:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tembus Pasar Afrika, Camilan Perut Punai dari Bengkulu Dapat Kontrak Ekspor Doc: ANTARA
Ket. Camilan Perut Punai UMKM Jaya Rasa, Provinsi Bengkulu.

BENGKULU - Camilan Perut Punai asal Provinsi Bengkulu mendapat kontrak sebanyak 500 kemasan atau senilai 1.500 dolar AS untuk pasar Afrika Selatan.

"UMKM Jaya Rasa mendapat kontrak sebanyak 500 pcs makanan kecil Perut Punai senilai USD 1.500 untuk pasar Afrika Selatan dalam business matching yang lainnya," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat di Bengkulu, Agustus 2026.

Capaian itu diperoleh melalui fasilitasi temu bisnis (Business Matching) Ekspor pada KKI 2026 yang menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar ekspor UMKM Bengkulu.

Wahyu mengatakan capaian itu menunjukkan produk UMKM Bengkulu dapat diterima pasar luar negeri dan membuktikan UMKM Bengkulu layak bersaing dan bersanding dengan UMKM lain di Indonesia untuk mendunia.

Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu mendorong partisipasi UMKM melalui KKI 2026 dengan dukungan Dekranasda dan Dharma Wanita Provinsi Bengkulu. Dalam kegiatan itu, sebanyak 32 UMKM mengikuti pameran secara daring dan enam UMKM berpartisipasi secara luring.

Perut Punai menurut UMKM Jaya Rasa merupakan makanan kecil yang bentuknya bulat-bulat kecil dan juga dikenal dengan nama juwada kere atau juwada keras. Nama Perut Punai terinspirasi dari burung punai yang habitatnya banyak terdapat di Provinsi Bengkulu.

Perut Punai bukan makanan yang menggunakan bagian tubuh burung punai, melainkan makanan kecil ini dibuat dari kombinasi tepung beras, gula, kapur sirih dan garam.

Camilan tersebut sering ditemui dalam berbagai hajatan seperti perkawinan, lebaran dan sunatan. Perut Punai umumnya memiliki dua varian rasa, yakni original asin dan manis dengan pemanis alami gula aren.

Selain Perut Punai, UMKM Kopi Bukit Barisan berhasil menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Indonesia Specialty Coffee untuk pemesanan green bean Kopi Robusta Bengkulu sebanyak 500 kilogram dengan nilai kontrak awal Rp35,5 juta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Pangan Tak Boleh Jalan di Tempat, Riset IPB Buka Peluang Besar
    Pertumbuhan industri mamin 6,51% ini merupakan sinyal positif ...
  • BeFa Bangun Kawasan Industri AI-Ready Pertama di Indonesa
    Artikel ini memberikan wawasan edukatif yang sangat mencerahkan ...
  • Menperin: Industri Hijau Bukan Beban, Tapi Investasi Jangka Panjang untuk Tembus Pasar Global
    Artikel dari Koran Jakarta ini sangat informatif dan ...
  • Tak Lagi Jadi Penonton, IKM Komponen Dibawa Masuk Rantai Industri Besar
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM logam ke dalam rantai ...
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
Daerah
Polisi Tangkap Dua Pelaku P...
Megapolitan
Geger Kebakaran di Gedung K...
Rona
‘Transportasi Logistik Da...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Wisata Pantai di Gunung Kidul Makin Gampang, Kelok 23 Jadi Senjata Baru Lawan Kemacetan

Wisata Pantai di Gunung Kidul Makin Gampang, Kelok 23 Jadi Senjata Baru Lawan Kemacetan

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.