Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trenggalek Gelar Tradisi Jamasan Pusaka Jelang Hari Jadi ke-832

📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 13:55 WIB | Oleh:
Trenggalek Gelar Tradisi Jamasan Pusaka Jelang Hari Jadi ke-832 Doc: ANTARA/Destyan Sujarwoko
Ket. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (kedua kiri) didampingi tokoh adat menjamas pusaka daerah di Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha, Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (29/8).

Trenggalek -- Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menggelar tradisi jamasan pusaka sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-832 daerah itu di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Sabtu.

Tradisi tersebut dilakukan untuk merawat warisan sejarah sekaligus menguatkan nilai-nilai kepemimpinan dan identitas budaya daerah.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memimpin langsung prosesi pembersihan puluhan pusaka peninggalan para pendahulu daerah, pusaka pribadi bupati, hingga pusaka pemberian Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Sejumlah pusaka yang dijamas, antara lain Tombak Biring Sakembaran, Tombak Korowelang Sakembaran, Songsong Tunggul Nogo, Songsong Tunggul Praja, Pataka Jwalita Karana, serta penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha.

Selain itu, yang turut dijamas gamelan Nyi Sekamti dan Prasasti Kamulan yang menjadi penanda sejarah berdirinya Kabupaten Trenggalek.

"Pusaka yang dijamas hari ini cukup lengkap. Dalam tradisi Mataram, pusaka tidak hanya berfungsi sebagai alat pertahanan, tetapi juga mengandung nilai spiritual dan pesan moral bagi pemimpin maupun masyarakat," kata Bupati Arifin.

Ia menjelaskan sejumlah pusaka tersebut akan dikirab dalam rangkaian Hari Jadi Trenggalek setelah sebelumnya disemayamkan di sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari prosesi adat tahunan.

Menurut Arifin, peringatan Hari Jadi tidak sekadar seremonial, tetapi juga menjadi sarana merawat memori kolektif masyarakat terhadap sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan setiap pusaka memiliki filosofi yang relevan dengan tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Tombak Korowelang mengandung pesan agar pemimpin mampu menyelesaikan persoalan rakyat sekaligus memberikan piwulang atau teladan yang baik kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara Songsong Tunggul Nogo atau payung kebesaran melambangkan kewajiban pemimpin untuk melindungi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai ekonomi, kesehatan hingga kesejahteraan sosial.

Pemkab Trenggalek menilai pelestarian tradisi jamasan pusaka menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya daerah sekaligus memperkuat karakter pelayanan publik yang berakar pada nilai sejarah dan kearifan lokal.

Rangkaian Hari Jadi ke-832 Trenggalek tahun ini mengusung tema Hambeging Bumi, yang mengajak aparatur dan masyarakat meneladani sifat bumi yang memberi manfaat bagi kehidupan sekaligus menjaga harmoni dengan alam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Pangan Tak Boleh Jalan di Tempat, Riset IPB Buka Peluang Besar
    Pertumbuhan industri mamin 6,51% ini merupakan sinyal positif ...
  • BeFa Bangun Kawasan Industri AI-Ready Pertama di Indonesa
    Artikel ini memberikan wawasan edukatif yang sangat mencerahkan ...
  • Menperin: Industri Hijau Bukan Beban, Tapi Investasi Jangka Panjang untuk Tembus Pasar Global
    Artikel dari Koran Jakarta ini sangat informatif dan ...
  • Tak Lagi Jadi Penonton, IKM Komponen Dibawa Masuk Rantai Industri Besar
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM logam ke dalam rantai ...
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
Daerah
Polisi Tangkap Dua Pelaku P...
Megapolitan
Geger Kebakaran di Gedung K...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Wisata Pantai di Gunung Kidul Makin Gampang, Kelok 23 Jadi Senjata Baru Lawan Kemacetan

Wisata Pantai di Gunung Kidul Makin Gampang, Kelok 23 Jadi Senjata Baru Lawan Kemacetan

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.