Bitcoin Tembus US$80 Ribu: Investor Wajib Waspada, Jaga Manajemen Risiko
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 13:41 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA – Bitcoin (BTC) kembali mencetak reli signifikan. Setelah bergerak di kisaran US$64.000 pada 17 Agustus, BTC menembus level US$80.000 pada 25 Agustus 2026 atau naik lebih dari 25% dalam sepekan.
Penguatan ini ditopang dua sentimen utama: kebijakan Treasury buyback Amerika Serikat dan derasnya arus dana masuk ke ETF spot Bitcoin.
Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, menilai kenaikan kali ini bukan sekadar pergerakan harga jangka pendek, tetapi mencerminkan perubahan sentimen pasar secara keseluruhan.
“Momentum Bitcoin dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perubahan sentimen yang cukup signifikan. Penguatan harga berjalan bersamaan dengan meningkatnya permintaan melalui ETF spot Bitcoin dan membaiknya kondisi pasar. Namun, kenaikan yang berlangsung cepat tetap perlu diimbangi dengan disiplin dalam mengelola risiko,” ujar Aloysia di Jakarta, Sabtu (29/8).
2 Faktor Pendorong Reli Bitcoin
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Kebijakan Treasury Buyback AS
Departemen Keuangan AS meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang. Langkah ini menjaga likuiditas, menekan yield, dan mendorong minat investor kembali ke aset berisiko termasuk kripto.
2. Arus Dana ETF Spot Bitcoin Menguat
Berdasarkan data SoSoValue, ETF Bitcoin spot di AS mencatat net inflow sebesar US$2,57 miliar dalam periode 17–25 Agustus 2026. CryptoQuant juga mencatat Bull Score Bitcoin naik tajam dari 30 menjadi 80 dalam sepekan. Ini menunjukkan optimisme dan selera risiko pasar sedang tinggi.
Akselerasi harga mulai terjadi sejak 19 Agustus, diperkuat aksi short squeeze, hingga akhirnya menembus US$80.000 pada 25 Agustus.
Peluang Besar, Risiko Volatilitas Tetap Ada
Aloysia mengingatkan, meski arus ETF jadi sinyal permintaan menguat, investor tetap harus membaca kondisi makro, likuiditas, dan sentimen pasar secara menyeluruh.
“Arus dana ETF menjadi salah satu indikator bahwa permintaan terhadap Bitcoin kembali menguat. Ketika peningkatan permintaan tersebut berjalan bersamaan dengan kenaikan harga, momentum pasar menjadi lebih kuat. Namun, pergerakannya tetap perlu dibaca bersama kondisi makro, likuiditas, aktivitas pasar, dan sentimen investor secara keseluruhan,” jelas Aloysia.
Ia menambahkan, sentimen pasar saat ini sudah berada di area optimistis. Kondisi ini bisa membuka peluang, tapi juga meningkatkan risiko volatilitas jika investor terlalu agresif mengejar harga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!