Raja Norwegia Harald V Tutup Usia, Negeri Viking Berduka
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 19:12 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/Lise Aresud/Getty Images
OSLO — Raja Norwegia Harald V meninggal dunia pada usia 89 tahun setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat penyakit darah langka. Istana Oslo mengatakan Harald meninggal dengan tenang pada Jumat (28/8) pukul 06.35 waktu setempat, dilansir dari BBC News.
Bendera kerajaan di istana diturunkan menjadi setengah tiang sebagai tanda berkabung. Dalam 24 jam sebelum kematiannya, anggota keluarga kerajaan mengunjungi Harald, sementara masyarakat berdatangan ke istana untuk meletakkan bunga sebagai penghormatan.
Pihak Istana Kerajaan Norwegia menyampaikan pada Kamis (27/8), bahwa kondisi kesehatan sang raja mengalami penurunan.
Raja Harald telah menjalani perawatan di rumah sakit di Oslo sejak Senin (17/8). Ia sebelumnya diketahui menderita anemia hemolitik, kondisi ketika sel darah merah mengalami penghancuran lebih cepat dari biasanya.
Dalam beberapa hari terakhir, Harald juga mendapat perawatan untuk infeksi bakteri pada darah. Sebelumnya, pihak istana menyebut sang raja mendapat antibiotik dan memberikan respons terhadap pengobatan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Harald merupakan raja pertama Norwegia yang lahir di negara tersebut sejak abad ke-14. Putranya, Haakon, yang berusia 53 tahun menggantikannya dan akan menggelar sidang luar biasa Dewan Negara bersama pemerintah.
Selama 35 tahun memimpin Norwegia, Harald dikenal sebagai raja yang populer dan reformis. Ia memodernisasi monarki serta memutus tradisi dengan menikahi Sonja Haraldsen, seorang rakyat biasa.
Para pengamat kerajaan menggambarkan Harald sebagai sosok sederhana, dihormati, dan dekat dengan rakyat. Ia juga dikenal sebagai figur pemersatu dalam berbagai masa sulit yang dihadapi Norwegia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Harald lahir pada 21 Februari 1937 di perkebunan Skaugum dekat Oslo. Ia berusia tiga tahun ketika Jerman Nazi menginvasi Norwegia pada awal Perang Dunia II.
Harald menjadi putra mahkota pada 1957, kemudian mempelajari ilmu sosial, sejarah, dan ekonomi di Balliol College, Oxford, pada 1960 hingga 1962. Ketika Raja Olav sakit pada 1990, Harald menjadi wali Kerajaan dan naik takhta pada 17 Januari 1991 setelah ayahnya meninggal dunia.
Dalam masa pemerintahannya, monarki Norwegia menjadi lebih terbuka dan transparan dalam sejumlah aspek.
Raja Harald V menjadi kepala negara Norwegia selama 35 tahun, sehingga menjadikannya penguasa monarki tertua di Eropa hingga mangkatnya. RRI/Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!