Lima Kunci HR Menyiapkan SDM Tangguh di Tengah Perubahan Dunia Kerja
📅 Rabu, 26 Agu 2026, 10:15 WIB | Oleh: Haryo BronoDalam mengambil keputusan terkait SDM, data dan fakta menjadi dasar penting. Namun, Dina menilai angka saja tidak cukup untuk menghasilkan keputusan yang tepat.
HR juga perlu mendengarkan perspektif para pemangku kepentingan, memahami kekhawatiran dan ekspektasi mereka, kemudian memastikan adanya keselarasan sebelum keputusan diambil.
Faktor kemanusiaan juga tetap perlu diperhatikan. Keputusan yang terlihat tepat secara angka dapat menimbulkan dampak negatif apabila diterapkan tanpa kebijaksanaan, kepekaan, dan rasa hormat terhadap orang-orang yang terdampak.
Perpaduan antara pola pikir analitis dan pendekatan humanis, menurut Dina, dapat membantu HR mengelola dampak dan risiko keputusan secara lebih bertanggung jawab.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bangun Psychological Safety di Lingkungan Kerja
Perusahaan yang menjadi tempat berkembang bagi karyawan bukan berarti perusahaan yang bebas dari tekanan maupun konflik. Menurut Dina, pembeda utamanya terletak pada kemauan perusahaan untuk membangun nilai, hubungan, dan lingkungan kerja yang memungkinkan karyawan menyampaikan kekhawatiran serta menjadi dirinya sendiri.
Hal tersebut berkaitan dengan pentingnya membangun psychological safety atau rasa aman secara psikologis di lingkungan kerja.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemimpin memiliki peran penting dalam menciptakan kondisi tersebut. Pemimpin perlu menjadi sosok yang approachable atau mudah ditemui, tetapi tetap mampu memberikan umpan balik, menjaga standar, dan mengambil keputusan secara konsisten.
Dengan pendekatan tersebut, hubungan yang dekat antara pemimpin dan karyawan tidak berubah menjadi perlakuan khusus. Sebaliknya, profesionalisme juga tidak membuat pemimpin menjadi terlalu jauh dari anggota tim.
Kepemimpinan Membutuhkan Keberanian dan Kepercayaan
Kunci kelima adalah keberanian dalam memimpin dan kemampuan membangun kepercayaan. Dina menilai pemimpin yang baik bukanlah sosok yang sekadar ingin disukai ataupun ditakuti.
Pemimpin perlu menjadi sosok yang tepercaya dan dihormati dengan cara menepati janji, menjaga kredibilitas, serta menerapkan standar secara konsisten kepada seluruh anggota tim.
Keberanian juga dibutuhkan untuk menghadapi tantangan, mengubah cara pandang, dan menemukan peluang di tengah keterbatasan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!