Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

41 Mahasiswa Indonesia Timur Ditempa Jadi Calon Pemimpin Lewat Program Beasiswa

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 10:13 WIB | Oleh:
41 Mahasiswa Indonesia Timur Ditempa Jadi Calon Pemimpin Lewat Program Beasiswa Doc: Eramet Indonesia
Ket. Para peserta Program Beasiswa Eramet Beyond dalam acara penutupan program bertajuk "Eramet Beyond: From Journey to Impact" yang berlangsung di Jakarta pada 29–30 Juni 2026. Eramet Indonesia bersama Kitong Bisa Foundation membina 41 mahasiswa Indonesia Timur melalui pendidikan, kepemimpinan, dan pengembangan karakter untuk mencetak calon pemimpin daerah.

JAKARTA – Perusahaan pertambangan asal Prancis, Eramet Indonesia, bersama Kitong Bisa Foundation (KBF) menutup rangkaian Program Beasiswa Eramet Beyond yang telah berlangsung hampir dua tahun. Program tersebut memberikan dukungan pendidikan sekaligus pengembangan kepemimpinan kepada 41 mahasiswa berprestasi dari berbagai wilayah Indonesia Timur sebagai upaya mencetak generasi muda yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Penutupan program dikemas dalam acara bertajuk "Eramet Beyond: From Journey to Impact" yang berlangsung di Jakarta pada 29–30 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ajang refleksi atas perjalanan para penerima beasiswa sekaligus menandai berakhirnya program yang dimulai sejak November 2024.

Sebagai organisasi yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di Indonesia Timur, Kitong Bisa Foundation menilai program beasiswa tidak hanya bertujuan membuka akses pendidikan tinggi, tetapi juga membangun karakter kepemimpinan serta mendorong lahirnya agen-agen perubahan di daerah asal para peserta.

CEO Kitong Bisa Foundation, Mohammad Afif Dzulqifli, mengatakan akses pendidikan tinggi di Indonesia masih menjadi tantangan. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), hanya sekitar 32 persen lulusan SMA yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Kesempatan untuk kuliah merupakan privilege yang tidak dimiliki semua orang. Ketika kesempatan tersebut diperkuat dengan beasiswa, maka lahir pula tanggung jawab untuk memberikan dampak bagi masyarakat. Kami berharap para awardee dapat menjadi solusi bagi tantangan yang dihadapi daerahnya masing-masing," ujar Afif dalam keterangannya pada hari Kamis (2/6).

Menurut dia, keberhasilan sebuah program beasiswa tidak cukup diukur dari prestasi akademik maupun jumlah penerima manfaat. Yang lebih penting adalah kemampuan para peserta menghadirkan perubahan nyata di lingkungan tempat mereka berasal.

Selama mengikuti Program Beasiswa Eramet Beyond, para peserta tidak hanya memperoleh bantuan pendidikan, tetapi juga mengikuti berbagai pelatihan kepemimpinan, pengembangan kapasitas diri, mentoring, hingga kesempatan merancang dan menjalankan inisiatif sosial di komunitas masing-masing.

"KBF percaya bahwa pendidikan harus melahirkan pemimpin yang memiliki kompetensi sekaligus kepedulian sosial. Karena itu, kami tidak hanya mendukung mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan, tetapi juga membangun karakter dan semangat kontribusi agar mereka dapat kembali membangun daerah asalnya," kata Afif.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Eramet Indonesia atas kolaborasi yang telah terjalin selama pelaksanaan program tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Eramet Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada KBF untuk menjalankan Program Beyond Scholarship selama dua tahun terakhir. Kolaborasi ini telah memberikan pengalaman berharga dan dampak positif yang dirasakan langsung oleh para peserta," ujarnya.

Sementara itu, CEO Eramet Indonesia, Jérôme Baudelet, menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi utama untuk menciptakan pembangunan yang inklusif sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda sebagai pemimpin masa depan.

"Melalui Program Beasiswa Eramet Beyond, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda berbakat untuk mengembangkan potensi mereka, memperkuat kapasitas kepemimpinan, dan menciptakan dampak positif di daerah asalnya. Kami berharap perjalanan mereka melalui program ini menjadi awal dari kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan daerah maupun Indonesia," ujar Jérôme dalam acara penutupan program di Jakarta, Selasa (30/6).

Acara penutupan turut menghadirkan sejumlah tokoh dari kalangan pendidikan dan industri, di antaranya Kevin Alexander Woodward, Djodi Hadi, dan Rian Farhady. Ketiganya berbagi pengalaman dan motivasi kepada para peserta mengenai pentingnya kepemimpinan, inovasi, dan kontribusi sosial dalam membangun masa depan Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Melihat Pembicaraan A...
Nasional
BPH Migas Pastikan Distribu...
Hasil Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Gol Tielemans di Menit 120 ke Gawang Senegal Bawa Belgia Lolos ke 16 Besar

Hasil Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Gol Tielemans di Menit 120 ke Gawang Senegal Bawa Belgia Lolos ke 16 Besar

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.