Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinas Pendidikan Kota Semarang Bakal Evaluasi Penyebab SD Negeri Kurang Murid

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 12:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinas Pendidikan Kota Semarang Bakal Evaluasi Penyebab SD Negeri Kurang Murid Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang M Ahsan.

SEMARANG – Dinas Pendidikan Kota Semarang bakal mengevaluasi penyebab sejumlah sekolah dasar (SD) negeri mengalami kekurangan siswa pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.

Kepala Disdik Kota Semarang, M Ahsan, di Semarang,Jateng, Minggu (19/7), mengatakan bahwa faktor penyebab beberapa SD negeri kekurangan siswa cenderung kompleks.

Di antara sekolah yang minim murid baru adalah SDN 1 Purwoyoso di Kecamatan Ngaliyan yang hanya mendapat tiga murid baru. Kemudian, juga SDN Wonodri yang hanya mendapatkan lima murid.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penelusuran data bahwa jumlah lulusan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Semarang sebanyak 22.567 anak, sedangkan kuota di SD negeri sekitar 14.530 siswa.

"Lulusan PAUD ada 22.567 anak. Nah, pendaftar di SD negeri itu di angka 12.000-an siswa. Sehingga, kesimpulannya selebihnya mendaftar di SD swasta, di MI (madrasah ibtidaiyah) atau di satuan pendidikan yang lain," katanya.

Artinya, kata dia, ada kecenderungan pilihan sekolah untuk anak-anak bergeser dari SD negeri.

"Kami perlu lakukan evaluasi yang lebih mendalam, mengapa beberapa SD negeri itu tidak menjadi pilihan masyarakat. Itu biasanya faktornya berbeda-beda, bahkan kompleks," katanya.

Dari hasil evaluasi, kata dia, nantinya baru bisa dilakukan langkah lebih lanjut, misalnya perlu dilakukan intervensi, penambahan sarana prasarana, peningkatan mutu pembelajaran, dan mutu guru.

"Atau, mungkin ada hal lain. Nanti tentu setiap sekolah yang kekurangan murid itu mungkin punya problem yang berbeda-beda," katanya.

Kalau secara demografi, ia memastikan tidak ada permasalahan, sebab jumlah lulusan PAUD di Kota Semarang jauh lebih banyak dibandingkan dengan bangku yang tersedia di SD negeri.

"Lulusan PAUD itu sebenarnya cukup banyak. Tapi, mungkin perlu didalami lagi pemetaan tiap wilayah. Perlu pemetaan lebih ke dalam, ke lokasi kelurahan maupun ke desa," katanya.

Saat ditanya kemungkinan pembukaan sekolah rakyat di Semarang berdampak terhadap berkurangnya siswa yang mendaftar ke SD negeri, ia mengatakan tidak ada kaitannya.

"Saya belum menemukan hubungannya di situ. Jadi, sekolah rakyat kan positif ya, karena ini untuk warga desil 1, desil 2 bisa mendapatkan perhatian yang lebih baik dari negara," katanya.

Jadi, Ahsan berpendapat bahwa tidak ada korelasi yang signifikan keberadaan sekolah rakyat dengan kekurangan jumlah pendaftar di SD negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
130 Orang Masih Dicari dala...
Megapolitan
LRT Jabodebek Targetkan 30 ...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.