Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SPOGOMI Dorong Kebiasaan Pilah Sampah dari Ruang Publik

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 14:20 WIB | Oleh:
SPOGOMI Dorong Kebiasaan Pilah Sampah dari Ruang Publik Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA – Memungut sampah di jalan biasanya dipandang sebagai pekerjaan kebersihan. Namun, melalui SPOGOMI Jakarta 2026, aktivitas tersebut dikemas menjadi kompetisi olahraga yang mengajak masyarakat bergerak, memilah, sekaligus melihat langsung persoalan sampah di ruang publik.

Ratusan peserta mengikuti kompetisi Supotsu Gomihiroi atau SPOGOMI di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (23/8/2026). Kegiatan berlangsung pukul 06.00–10.00 WIB dengan titik utama di Jakarta Mori Tower.

Peserta yang tergabung dalam tim menyusuri rute yang telah ditentukan untuk mengumpulkan sampah. Sampah hasil temuan kemudian dibawa kembali untuk ditimbang dan dipilah berdasarkan kategorinya.

Konsep tersebut membuat persoalan sampah tidak berhenti sebagai pesan kampanye. Peserta berhadapan langsung dengan jenis dan jumlah sampah yang ditemukan di ruang publik, sekaligus belajar bahwa pengurangan sampah membutuhkan perubahan kebiasaan sejak dari sumbernya.

Ketua Subkelompok Pemberdayaan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Susi Andriani, menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat keterlibatan masyarakat dan dunia usaha dalam pengelolaan sampah.

“Acara ini sangat bagus karena melibatkan peran serta masyarakat, terutama dari dunia usaha. Banyak sekali dunia usaha yang ikut mendukung kegiatan SPOGOMI,” ujar Susi di Jakarta, Minggu (23/8).

Menurutnya, keterlibatan lintas pihak penting untuk mendukung Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengurangi timbulan sampah Jakarta.

SPOGOMI berasal dari Jepang dan menggabungkan olahraga dengan aktivitas memungut sampah. Konsep ini kemudian berkembang menjadi kompetisi internasional, termasuk melalui SPOGOMI World Cup.

Di Jakarta, pendekatan tersebut mempertemukan pekerja kantoran, pelajar SMP, SMA/SMK, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat umum. Keikutsertaan lintas generasi menjadi bagian penting karena perubahan perilaku pengelolaan sampah membutuhkan pembiasaan yang berlangsung terus-menerus.

Marketing Manager dari AEON delight Indonesia (PT Sinar Jernih Sarana), Caesario Mi’radz, mengatakan dampak kegiatan tidak semata-mata diukur dari jumlah sampah yang terkumpul pada hari pelaksanaan. “Bagi kami, SPOGOMI bukan sekadar kegiatan memungut sampah. Ini bentuk nyata komitmen untuk ikut menjaga lingkungan dan membangun kesadaran masyarakat,” katanya.

Menurut Caesario, perubahan besar dapat dimulai dari tindakan sederhana. Ketika seseorang terbiasa memungut, memilah, dan memahami sampah yang dihasilkannya, kebiasaan tersebut berpotensi terbawa ke rumah, tempat kerja, dan lingkungan sekitarnya.

“Yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah kegiatan ini selesai. Kami berharap setiap peserta pulang dengan kesadaran baru bahwa sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita,” ujarnya.

Susi mengatakan pengurangan sampah dari sumber menjadi salah satu fokus penting pengelolaan sampah di Jakarta. Salah satu tantangan terbesar adalah sampah organik yang masih mendominasi timbulan sampah.

Karena itu, masyarakat didorong mengelola sampah organik dari lingkungan masing-masing melalui berbagai cara, seperti komposter, lubang resapan biopori, maupun metode pengolahan lain yang sesuai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Nasional
Wamenkomdigi Desak UMKM Nai...
Megapolitan
KAI Commuter Siapkan KRL 12...

BRIN Siapkan Teknologi Hadapi Karhutla

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BRIN Siapkan Teknologi Hada...

SPOGOMI Dorong Kebiasaan Pilah Sampah dari Ruang Publik

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
SPOGOMI Dorong Kebiasaan Pi...
Tim SAR Polda Kalimantan Barat Lakukan Patroli Pembasahan Lahan Terbakar

Tim SAR Polda Kalimantan Barat Lakukan Patroli Pembasahan Lahan Terbakar

25 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.