Program Berani Berdering, Bebaskan 150 Desa di Sulteng dari 'Blank Spot' Internet Bantu Pelaku UMKM Perluas Pasar 'e-commerce'
📅 Selasa, 25 Agu 2026, 19:43 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Kristina Natalia
KOTA PALU, SULAWESI TENGGARA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) memfokuskan pengentasan atau mengatasi permasalahan 150 desa di daerah tersebut yang hingga kini belum tersambung atau masih terkendala jaringan internet lewat program Berani Berdering pada 2026.
"Insya Allah program Berani Berdering ini akan dimulai dengan fokus kita sekitar 150 desa yang masih blank spot maupun jaringan internetnya masih lemah," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulteng Wahyu Agus Pratama di Kota Palu, Selasa (25/8).
Wahyu mengatakan program Berani Berdering yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng merupakan salah satu ikhtiar pemerintah setempat untuk mengatasi desa atau wilayah yang hingga kini masih bermasalah dengan akses layanan internet.
Untuk memastikan 150 desa yang akan menikmati program Berani Berdering tepat sasaran, Pemprov Sulteng terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta mengacu pada data indeks desa membangun.
"Kita bersurat ke pemerintah kabupaten untuk menetapkan desa-desa yang akan ditetapkan menjadi lokus pengentasan blank spot," ujar dia.
Salah satu program unggulan Pemprov Sulteng tersebut tidak hanya memastikan masyarakat di Bumi Tadulako bisa menikmati layanan telekomunikasi dan internet serta terhubung dengan dunia luar, tetapi juga upaya memastikan akses pendidikan, layanan kesehatan dan kebutuhan primer lainnya terpenuhi lewat internet.
Bahkan, program pengentasan daerah tanpa akses internet tersebut juga ditujukan agar masyarakat khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa memperluas pasar melalui e-commerce atau loka pasar.
"Program Berani Berdering ini memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi digitalisasi, pendidikan, pelayanan publik hingga peluang ekonomi," ujar dia.
Alokasikan Anggaran Rp10,3 Miliar
Sementara itu di tempat yang sama, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,3 miliar untuk menjalankan program Berani Berdering yang merupakan sebuah kebijakan pemerataan akses internet hingga ke pelosok daerah.
"Total ada 150 desa yang kita fokuskan, di mana setiap desa menerima anggaran sebesar Rp69 juta untuk menjalankan program Berani Berdering," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulteng Wahyu Agus Pratama di Kota Palu, Selasa.
Agus menyebutkan sekitar Rp40 juta akan digunakan untuk pengadaan peralatan seperti pembelian fiber optik dan sisanya pembelian jaringan satelit serta untuk kebutuhan penguatan sumber daya manusia.
Sesuai rencana, implementasi atau sasaran 150 desa penerima manfaat program Berani Berdering akan mulai dilakukan pada Oktober 2026 atau setelah adanya dukungan anggaran perubahan APBD Provinsi Sulteng.
Pada kesempatan itu, ia menyebutkan khusus Kabupaten Sigi dan Kabupaten Tojo Una-Una bantuan Berani Berdering akan diimplementasikan masing-masing di 15 desa. Sementara, kabupaten lainnya hanya 12 desa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!