Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

CORE Tegaskan: Beras Jangan Diekspor Dulu, Rakyat Harus Jadi Prioritas!

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis

“Ekspor sebaiknya dilakukan setelah stok domestik aman di seluruh daerah, bahkan hingga ke pelosok-pelosok, dan harga petani stabil,” kata Eliza.

Ia mendorong pemerintah memperkuat infrastruktur distribusi, termasuk menambah gudang penyimpanan di kabupaten terpencil, menjalankan operasi pasar secara rutin di wilayah dengan biaya logistik tinggi, serta memperbaiki konektivitas antarpulau agar biaya angkut tidak terlalu membebani harga akhir.

Sementara itu, pemerintah menyatakan ekspor dilakukan setelah memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan stok beras di Bulog saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton.

Untuk tahap awal, Indonesia akan mengekspor 1.000 ton beras premium ke Malaysia. Volume tersebut berpotensi ditingkatkan hingga 200.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan beras di Sarawak.

Amran mengatakan ekspor dilakukan secara terukur dan bertahap, seiring dengan kuatnya produksi beras nasional.

Dari sisi nilai ekonomi, harga beras yang disepakati sekitar 3,9 ringgit Malaysia atau sekitar Rp17.000 per kilogram. Dengan potensi ekspor 200.000 ton, nilai perdagangan beras tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3,39 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.