Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tragedi Longsor TPST Bantargebang Telan Korban Jiwa, Malapetaka Sampah Menanti

📅 Sabtu, 11 Apr 2026, 10:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tragedi Longsor TPST Bantargebang Telan Korban Jiwa, Malapetaka Sampah Menanti Doc: KPNas
Ket. Longsor gunung sampah terbaru terjadi di zona IV TPST Bantargebang pada Minggu, 8 Maret 2026.

Oleh Bagong Suyoto, Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas)

Tragedi gunung sampah longsor sudah menjadi langganan dan dianggap lumrah. Situasi ini sungguh ironis, boleh jadi karena kondisi terdesak dan opsi lain sulit dijalankan. Gunung-gunung sampah longsor mengindikasikan kondisi riil kedaruratan dan kegagalan.

Saya sudah memperingatkan akan terjadi Malapetaka Sampah sejak tahun 2003/2004-an. Hal ini berdasar hasil advokasi, riset dan sejumlah tulisan dan presentasi di sejumlah forum resmi. Saya mengungkapkan potensi besar Malapetaka Sampah akan terjadi akibat semakin buruknya pengelolaan sampah di Indonesia.

Kasus gunung sampah terbakar dan longsor terjadi di sejumlah tempat di republik ini. Salah satu yang jadi catatan sejarah adalah berulangnya kejadian longsor gunung sampah di TPST Bantargebang. Kita masih ingat, Tragedi Jumat nahas pada 2005, zona III TPST Bantargebang longsor memakan 3 korban nyawa. Zona III TPST beberapa kali longsor skala kecil dan tak terekspos media massa.

Hal ini juga terjadi di daerah lain, TPA Sumurbatu milik Kota Bekasi beberapa kali longsor, misal tahun 2016 memakan korban suami istri. Belakangan pada 10 Oktober 2025 TPA tersebut longsor menutup jalan operasional zona III dan IV. Pun TPA Burangkeng longsor berulangkali, TPA Cipeucang Tangsel longsor tumpah ke Kali Cisadane, dll. Tragedi gunung-gunung sampah longsor itu indikasi nyata Malapetaka Sampah.

Beberapa Kali Longsor

Pada 31 Desember 2025 sekitar pukul 14.45 WIB zona IV gunung sampah TPST Bantargebang longsor menimbun 3 truk sampah ke dalam kali. Sebulan sebelumnya pada 7 November 2025 zona II TPST longsor menghempaskan 3 truk sampah.

Longsor gunung sampah terbaru terjadi di zona IV TPST pada Minggu, 8 Maret 2026. Posisinya sama di sebelah selatannya.Gunung sampah longsor itu menelan 8 korban, 4 di antaranya meninggal dunia. Korban-korban dan 8 truk terhempas ke dalam Kali Ciketing sedalam 4-5 meter.

Kronologi kejadian dilaporkan Posko SAR. Pada pukul 14.30 WIB terjadi longsor di TPST dan bertepatan dengan truk sampah yang sedang mengantri untuk membuang sampah. Untuk sementara dugaan korban berjumlah 10 orang; 5 orang sopir dan 5 pemulung dan pemilik warung di pinggir zona.

Ketika ada informasi gunung sampah TPST longsor pada pukul 14.43 WIB, saya langsung menuju TKP. Seorang pemulung mengatakan, sampah longsor dimulai pukul 14.00 WIB. Ratusan orang, aparat, jurnalis, dll berdatangan. Saya memantau hingga pukul 17.30 WIB.

Kemudian saya kembali ke tempat itu pada malam hari. Saya mendampingi staf Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI memantau evakuasi korban dari pukul 23.30 sampai 03.10 WIB dini hari. Evakuasi dimulai pada pukul 12.00 WIB, sebab para operator, security dan jajaran TPST istirahat dan makan untuk memulihkan stamina.

Pada pukul 03.15 WIB kami meninggalkan TKP untuk makan saur, masih ada dua atau tiga truk yang terurug sampah sudah tampak bodinya. Evakuasi masih berlangsung. Sebanyak 13 alat berat dikerahkan untuk mengangkat sampah dari kali agar korban ditemukan secepatnya.

Longsoran sampah itu menguruk kali sepanjang hampir 100 meteran, sehingga airnya menggenangi jalan dan pabrik biji plastik di sebelahnya. Sejumlah pohon tumbang dan turap kali hancur tertekan sampah.

Orangtua, saudara dan teman-teman korban kelihatan sedih, dan sebagian meneteskan air mata menunggu evakuasi. Karena mulai sore (Minggu, 8/3/2026) hingga pagi dini hari (Senin, 9/3/2026) jasat sopir truk sampah belum ditemukan. Seperti nasib sopir truk sampah dari Kembangan Jakarta Barat, salah satu korban tragedi tersebut. Orang tuanya (lelaki) mukanya tampak pucat, sedih, lemas dan hanya diam menunggu di pinggir zona longsor itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.