Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

📅 Senin, 24 Agu 2026, 08:48 WIB | Oleh:

Tony menyayangkan kondisi tersebut. Menurut dia, perburuan terhadap burung endemik itu dilakukan antara lain untuk menjadikannya burung master, yakni burung yang dipelihara secara khusus untuk melatih suara burung kicau lainnya.

Masalahnya, Ekek Keling Sunda memiliki tingkat stres yang tinggi. Ketika dipelihara sebagai burung master, kondisi tersebut dapat membuat burung cepat mengalami stres dan berujung pada kematian.

“Burung ini stresnya cepat hingga nyawanya tidak lama setelah menjadi burung master,” tegasnya.

Di tengah ancaman itu, TSI kini memiliki empat pasang Ekek Keling Sunda yang tengah berada dalam penangkaran.

“Rencananya empat pasang Burung Ekek Sunda itu akan dilepasliarkan ke Gunung Pangrango,” kata Tony.

Baginya, keberadaan burung tersebut layak mendapatkan perhatian lebih besar. Ekek Keling Sunda bahkan dinilai dapat menjadi maskot Jawa Barat karena memiliki keterikatan kuat dengan kawasan tersebut, terutama Gunung Pangrango.

Sementara itu, kepala penjaga burung atau head keeper TSI, Nunik Prabawaningtyas, mengatakan empat pasang Ekek Keling Sunda yang kini dirawat di TSI seluruhnya berasal dari donasi.

“Ini bukan dari alam tapi donasi, sedangkan di alam sudah punah,” katanya.

Keempat pasang burung langka itu ditempatkan di kandang berukuran 4 x 3 x 4 meter. Ke depan, burung-burung tersebut diharapkan dapat dilepasliarkan kembali ke kawasan Gunung Pangrango.

Ada keunikan lain dari Ekek Keling Sunda. Warna tubuhnya yang hijau di alam dapat berubah menjadi biru ketika berada di dalam kandang.

Namun, di balik keindahan warna dan kelincahan geraknya, burung ini menyimpan sifat yang membuatnya sangat rentan ketika berhadapan dengan lingkungan manusia.

“Burung ini juga memiliki tingkat stres tinggi apalagi saat mendengar suara ribut,” kata Nunik.

Hal itu terlihat ketika ANTARA menengok kandang Ekek Keling Sunda di TSI. Kedatangan manusia membuat sepasang burung tersebut langsung panik dan berciut-ciut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Olahraga
Liga Inggris: Arsenal Kalah...
Advertisement
WMO: El Nino Berpotensi Capai Rekor Terkuat Sejak 1950

WMO: El Nino Berpotensi Capai Rekor Terkuat Sejak 1950

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.