Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun
📅 Senin, 24 Agu 2026, 08:48 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoDalam perawatan di TSI, burung-burung itu diberi makanan berupa jangkrik, kecoa, ulat, katak kecil, dan lele.
Kini, harapan agar Si Paruh Gincu kembali menghiasi hutan Jawa Barat bertumpu pada upaya penangkaran dan rencana pelepasliaran. Jika berhasil, burung yang pernah menjadi bagian dari hutan Gunung Pangrango itu bukan hanya kembali ke habitatnya, tetapi juga kembali menjadi bagian dari identitas alam Tatar Sunda.
Ekek Keling Sunda sesungguhnya memiliki segala alasan untuk berdiri sejajar dengan surili dan macan tutul sebagai simbol kekayaan hayati Jawa Barat. Karena itu, tidak ada salahnya jika Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempertimbangkan burung endemik tersebut sebagai salah satu maskot daerah.
Memberi tempat bagi Si Paruh Gincu sebagai simbol bukan semata-mata soal kebanggaan. Di tengah nasibnya yang nyaris hilang dari alam, sebuah nama dan perhatian publik bisa menjadi salah satu cara untuk memastikan burung itu tidak benar-benar tinggal sebagai kenangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!