Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bahaya Gelombang Tinggi! BMKG Keluarkan Peringatan untuk Sejumlah Wilayah Indonesia

30 Senin, 24 Agu 2026, 09:58 WIB | Oleh:
Bahaya Gelombang Tinggi! BMKG Keluarkan Peringatan untuk Sejumlah Wilayah Indonesia Bahaya Gelombang Tinggi! BMKG Keluarkan Peringatan untuk Sejumlah Wilayah Indonesia Doc: Antara foto
Ket. Ilustrasi - Nelayan melaut menggunakan perahu tradisional di tengah gelombang tinggi air laut disertai angin.

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pelaku aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga empat meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia selama tiga hari ke depan, berlaku pada 24-27 Agustus 2026. 

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan pola angin dan peningkatan kecepatan angin menjadi pemicu utama kenaikan gelombang laut dalam tiga hari mendatang. 

"Pelaku pelayaran dan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar tetap selalu waspada," kata dia.  

Tim Direktorat Meteorologi BMKG mencatat pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6-30 knot, sedangkan di selatan ekuator bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 4-25 knot.

Adapun kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, dan Laut Maluku.

Dalam tiga hari ke depan, kata Agie, gelombang tinggi berkisar 2,50 - 4,0 meter berpeluang terjadi di wilayah perairan Samudra Hindia selatan Jawa Barat dan Samudra Hindia selatan Banten.

Sementara itu, gelombang sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan melanda puluhan area perairan, antara lain Laut Natuna Utara, Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung, Samudra Hindia selatan DIY hingga NTT, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Banda, Laut Seram, Laut Flores, Laut Maluku, hingga Laut Arafuru.

"Peningkatan gelombang ini berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, mulai dari perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, hingga kapal kargo dan kapal pesiar," kata dia, seraya mengimbau para nelayan dan operator moda transportasi laut untuk memperhitungkan ambang batas kecepatan angin dan ketinggian gelombang sebelum berlayar guna mengantisipasi kecelakaan laut selama periode tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Megapolitan
Pemprov Jakarta Terus Doron...
Olahraga
Akuatik Diharapkan Mendulan...
Advertisement
Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.