Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Upacara Keduk Beji Upaya Warga Tawun Ngawi dalam Melestarikan Tradisi

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Upacara Keduk Beji Upaya Warga Tawun Ngawi dalam Melestarikan Tradisi Doc: Antara
Ket. Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menggelar tradisi upacara adat Keduk Beji 2026 di Taman Wisata Tawun yang dilakukan setahun sekali sebagai upaya melestarikan budaya dan menjadi ikon wisata daerah setempat, Selasa (15/9/2026).

Ngawi - Masyarakat Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menggelar tradisi upacara adat Keduk Beji 2026 di Taman Wisata Tawun yang dilakukan setahun sekali sebagai upaya melestarikan budaya dan menjadi ikon wisata daerah setempat.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko di Ngawi, Selasa, mengatakan bahwa Keduk Beji merupakan tradisi turun-temurun yang bertujuan untuk membersihkan mata air Beji yang menjadi sumber air untuk pengairan sawah, memenuhi kebutuhan hidup warga, hingga untuk tempat wisata Tawun.

"Keduk Beji ini merupakan tradisi warga Tawun yang telah dilakukan secara turun-temurun. Kegiatan ini untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup serta wujud syukur atas berkah sumber air Beji yang memberikan kehidupan bagi masyarakat setempat," ujar Wabup.

Adapun inti acara tradisi yang digelar setiap Selasa Kliwon berdasarkan penghitungan tanggal Jawa Islam tersebut masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni penggantian kendi kecil yang disimpan di pusat sumber air Beji. Pusat sumber tersebut ada di dalam gua yang terdapat di dalam sumber.

Setiap tahunnya, kendi di dalam sumber air Beji diganti melalui upacara tersebut yang dimaksudkan agar sumber air tetap bersih dan tidak mati. Terlebih saat musim kemarau seperti saat ini, karenanya keberlangsungan air di sumber Beji sangatlah penting.

Adapun, upacara Keduk Beji dimulai dengan melakukan pengedukan atau pembersihan kotoran di dalam sumber Beji. Seluruh warga Desa Tawun yang berjenis kelamin laki-laki, baik tua, muda, maupun anak-anak turun ke sumber air untuk mengambil sampah dan daun-daun yang mengotori kolam dalam setahun terakhir.

Selama proses pembersihan, para kaum laki-laki yang berada di sumber air Beji menari dan melakukan tradisi saling pukul dengan ranting sambil diiringi tabuhan alat musik gendang.

Setelah itu, upacara dilanjutkan dengan penggantian kendi di dalam pusat sumber. Yang berhak menyelam dan mengganti kendi di sumber air adalah keturunan dari Eyang Ludro Joyo yakni tokoh sesepuh desa yang dulunya dipercaya jasadnya menghilang di sumber Beji saat bertapa.

Upacara dilanjutkan dengan penyiraman air legen ke dalam sumber Beji, dan penyeberangan sesaji dari arah timur ke barat sumber. Kemudian ditutup dengan selamatan dan makan bersama berkat dari Gunungan Lanang dan Gunungan Wadon yang telah disediakan bagi warga untuk mendapatkan berkah.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menambahkan, selain melestarikan sumber air, upacara Keduk Beji juga merupakan ikon wisata budaya Pemkab Ngawi.

"Keduk Beji telah menjadi salah satu budaya yang khas di Ngawi. Dari dulu wisata Tawun ini memiliki tradisi sejarah ini yang perlu kita lestarikan," katanya. 

Sementara, agenda upacara adat Keduk Beji tersebut selalu dikunjungi banyak wisatawan saat digelar di Taman Wisata Tawun. 

Data Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi mencatat, setiap hari Minggu jumlah pengunjung di tempat wisata Tawun berkisar antara 300 hingga 500 orang.

Namun, saat digelar tradisi Keduk Beji, kunjungan bisa mencapai 4.000 orang. Mereka berasal dari berbagai wilayah di sekitar Ngawi, seperti Madiun, Magetan, Bojonegoro, bahkan Solo, dan daerah sekitar lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Menterinya aja kena OTT KPK :D
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
Luar Negeri
Ukraina Janji Tak Akan Meny...
Advertisement
Bebas dari Jalur Neraka, Jalan Parung Panjang Rampung Diperbaiki, Truk ODOL Dilarang Melintas!

Bebas dari Jalur Neraka, Jalan Parung Panjang Rampung Diperbaiki, Truk ODOL Dilarang Melintas!

15 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.