Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Rupiah Tetap Stabil, Pemerintah Diminta Tahan Modal Asing

2 Rabu, 16 Sep 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jaga Rupiah Tetap Stabil, Pemerintah Diminta Tahan Modal Asing Jaga Rupiah Tetap Stabil, Pemerintah Diminta Tahan Modal Asing Doc: Antara
Ket. ASEAN Economist United Overseas Bank (UOB) Enrico Tanuwidjaja.

Jakarta - ASEAN Economist UOB Enrico Tanuwidjaja mengatakan pemerintah perlu memastikan investor yang telah masuk ke pasar domestik tetap bertahan dan melakukan reinvestasi guna menjaga aliran modal asing sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.

Menurut Enrico, kebijakan investasi perlu diarahkan untuk mempertahankan investor yang sudah beroperasi di Indonesia agar kembali menanamkan modalnya di dalam negeri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan insentif yang tepat.

“Jadi semua kebijakan investasi perlu menjaga investasi mereka, supaya neraca primer surplus, seperti policy yang dapat memberikan insentif," kata Enrico dalam pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (16/9).

Dalam diskusi bertajuk "Reclaiming Global Trust: Indonesia's Investment Agenda for a Volatile World", Enrico mengatakan kemampuan mempertahankan investasi yang sudah masuk menjadi penting untuk menjaga kesinambungan aliran modal ke Indonesia. Aliran modal tersebut pada akhirnya dapat membantu memperkuat nilai tukar rupiah.

Ia memberikan gambaran bahwa terdapat sekitar 9 miliar dolar AS yang kembali ke negara asal dalam bentuk pembayaran dan dividen dari hasil investasi di Indonesia. Menurut dia, apabila kebijakan reinvestasi dirancang secara tepat, dana tersebut berpotensi kembali menjadi aliran modal masuk sehingga dapat memperbaiki neraca pendapatan primer Indonesia.

“Jadi itu juga akan memperkuat kepercayaan mengenai investasi di Indonesia. Kita juga bisa memperkuat global trust,” ujar dia.

Enrico menilai kemampuan menarik kembali investasi dari investor yang telah beroperasi di Indonesia penting untuk menjaga keberlanjutan investasi, memperkuat fundamental ekonomi domestik, serta menopang stabilitas rupiah.

Sejalan dengan itu, Head of Corporate Banking UOB Indonesia Edwin Kadir menilai stimulus untuk mendorong reinvestasi diperlukan agar investor memiliki keyakinan terhadap prospek pertumbuhan bisnis mereka di Indonesia.

"Perlu adanya stimulus untuk reinvestasi karena sebagai investor mereka mau yakinkan pihak luar bahwa usaha di domestik ini akan tumbuh lagi, akan meyakinkan lagi," ujarnya.

Menurut Edwin, kebijakan pemerintah tidak cukup hanya menciptakan daya tarik bagi investor baru, tetapi juga harus memberikan kepastian dan prospek pertumbuhan bagi investor yang telah menanamkan modalnya di Indonesia.

Ia mengatakan potensi investasi di Indonesia masih besar karena fundamental ekonomi yang dinilai kokoh dan iklim investasi yang terus membaik. Dari sisi perbankan, UOB juga memperoleh ruang gerak yang memadai dari regulator dan pemerintah sehingga dapat optimal dalam menyalurkan kredit.

“Dari sisi investasi, kita terus mendorong investor-investor untuk berinvestasi di Indonesia, kami kerja sama dengan BKPM/Kementerian Investasi untuk memasarkan peluang-peluang yang ada,” kata dia pula.

Kebijakan Fiskal Perlu Terukur

Di sisi lain, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai Menteri Keuangan Suahasil Nazara perlu membuat kebijakan fiskal lebih mudah dibaca dan diprediksi oleh pasar. Menurut dia, kepastian arah kebijakan fiskal turut penting dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

“Pasar bukan hanya membaca berapa besar defisit. Pasar membaca ke mana kebijakan akan pergi, siapa yang menjalankannya, kapan dilakukan, dan apa yang terjadi setelahnya. Kredibilitas akhirnya adalah kemampuan membuat masa depan sedikit lebih mudah dibaca,” kata Fakhrul di Jakarta, Selasa.

Fakhrul mengatakan terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan Menteri Keuangan, salah satunya memastikan setiap instrumen ekonomi negara menjalankan fungsinya secara optimal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Bentrokan Kembali Pecah Saa...
Luar Negeri
Menlu AS dan Russia Bahas R...
Luar Negeri
KCNA: Korut Uji Hulu Ledak ...
Luar Negeri
Bolivia Umumkan Status Daru...

Workshop Capital Market Journalist

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Workshop Capital Market Jou...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.