Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

📅 Minggu, 23 Agu 2026, 13:52 WIB | Oleh: Tim Redaksi
IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat digitalisasi IKM fesyen dan kriya untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Langkah ini didorong seiring pertumbuhan sektor tersebut yang naik dari 2,43% pada 2024 menjadi 4,93% pada 2025

JAKARTA– Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat digitalisasi IKM fesyen dan kriya untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Langkah ini didorong seiring pertumbuhan sektor tersebut yang naik dari 2,43% pada 2024 menjadi 4,93% pada 2025.

“Pelaku IKM saat ini harus memanfaatkan berbagai kanal digital. Sektor fesyen dan kriya perlu membangun identitas merek, menciptakan narasi untuk meningkatkan nilai produknya, memahami karakter konsumen, serta menentukan strategi dan jenis konten yang sesuai,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Sabtu(22/8).

Kemenperin menilai 3 hal kunci agar IKM naik kelas:

1. Pemanfaatan Kanal Digital: Pilih platform sesuai karakter bisnis dan konsumen

2. Pembangunan Identitas Merek: Ciptakan nilai produk dan cerita di balik produk agar mudah dikenali

3. Pemahaman Customer Journey: Jaga komunikasi dengan konsumen tidak hanya saat transaksi, tapi juga setelahnya untuk membangun loyalitas

Program Nyata: Creative Talk BPIFK

Untuk mendukung itu, Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), Ditjen IKMA, menjalankan program Creative Talk bagian dari Creative Business Incubator (CBI). Program ini berupa pendampingan oleh praktisi dan akademisi untuk wirausaha muda kreatif.

2 Kegiatan Terbaru:

1. Creative Talk Luring - Badung, 13 Agustus 2026

Digelar di Gedung Disperinaker Kab. Badung, Bali.  

Narasumber: Pendiri Kominela Komang Meilia & Pemilik Tanteri Ceramic I Putu Oka Mahendra.  

Fokus: Pemilihan platform digital, pemetaan Customer Journey, dan pentingnya membangun kepercayaan pelanggan. Worksheet Customer Journey dari Kominela dan Tanteri Ceramic juga dibedah langsung.

“Membangun identitas merek, nilai produk, serta kepercayaan pelanggan secara konsisten sangat penting agar produk semakin mudah dikenali,” kata Dirjen IKMA Reni Yanita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.