Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemarau Panjang Hantam Bengkulu, Distankan Rejang Lebong Darurat Minta Bantuan Pompa Kementan

28 Rabu, 16 Sep 2026, 02:35 WIB | Oleh:
Kemarau Panjang Hantam Bengkulu, Distankan Rejang Lebong Darurat Minta Bantuan Pompa Kementan Kemarau Panjang Hantam Bengkulu, Distankan Rejang Lebong Darurat Minta Bantuan Pompa Kementan Doc: ANTARA/Nur Muhamad
Ket. Lahan persawahan milik Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lubuk Kembang, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong ditanami jagung menyusul keringnya irigasi di wilayah itu.

REJANG LEBONG - Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong mencatat sekitar 3.600 hektare lahan persawahan di Kecamatan Curup Utara dan Padang Ulak Tanding, Bengkulu, terancam kekeringan akibat dampak musim kemarau. 

Kepala Distankan Rejang Lebong Suradi Ripai di Rejang Lebong, Selasa, mengatakan musim kemarau mulai berdampak pada penurunan ketersediaan air irigasi, terutama di wilayah Kecamatan Curup Utara dan Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT).

"Saat ini ada dua kecamatan yang lahan pertaniannya mulai terancam kekeringan. Irigasi yang biasanya mengaliri sawah warga mulai mengering. Total luas persawahan di dua kecamatan ini mencapai lebih dari 3.600 hektare," kata Suradi, Rabu (16/9).

Dia menjelaskan, luas lahan sawah di Kecamatan Curup Utara mencapai sekitar 2.707 hektare, sedangkan di Kecamatan PUT seluas lebih dari 900 hektare.

Untuk wilayah Kecamatan Curup Utara, kata dia, persawahan yang mulai terdampak kekeringan berada di Desa Dusun Sawah, Lubuk Kembang, dan Batu Panco. Sementara di Kecamatan PUT, ketersediaan air berkurang di kawasan persawahan Desa Air Kati dan Tanjung Sanai.

Sejauh ini pihaknya, tambah dia, belum menerima laporan kasus gagal panen dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), meskipun penurunan pasokan air mulai mempengaruhi hasil produksi pertanian.

Untuk mengantisipasi kekeringan ini Distankan Rejang Lebong telah mengusulkan bantuan 64 unit mesin pompa air kepada Kementerian Pertanian dan saat ini masih menunggu proses realisasi.

Menurut dia, selain pasokan air yang menyusut, musim kemarau juga memicu potensi peningkatan serangan hama dan penyakit tanaman. Petani yang membutuhkan penanganan diimbau mengajukan bantuan pestisida melalui PPL di wilayah masing-masing.

Distankan Rejang Lebong mengimbau para petani agar menyesuaikan pola tanam dengan kondisi ketersediaan air. Bagi petani yang belum memasuki masa tanam padi, disarankan menunda penanaman atau beralih sementara ke komoditas palawija yang lebih hemat air.

Upaya penyesuaian tersebut diharapkan mampu menekan risiko tanaman kekurangan air sekaligus mencegah potensi gagal panen apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Ekonomi
Kementan Bangun Skema Kemit...
Ekonomi
Salah Tata Kelola BUMN Picu...
Advertisement
Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.