Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

📅 Minggu, 23 Agu 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah Doc: ANTARA/Agung Dwi Prakoso
Ket. Petani merawat tanaman bawang merah di ladang seluas 200 hetare di Dusun Bulak Bungkus, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul, DIY, Kamis (20/8/2026).

YOGYAKARTA – Di hamparan lahan bawang merah seluas 200 hektare di Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, aktivitas pertanian tak lagi sepenuhnya mengandalkan tenaga dan cara-cara konvensional.

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat mulai memanfaatkan teknologi pertanian untuk membuat proses penggarapan lahan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.

Bagi para petani, kehadiran teknologi bukan sekadar soal mengganti cangkul dengan mesin. Lebih dari itu, teknologi menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan produktivitas dan keterbatasan tenaga kerja.

Pengolahan lahan yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga besar kini dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Di tengah hamparan bawang merah yang menjadi salah satu penggerak ekonomi pertanian Parangtritis, langkah Gapoktan tersebut menunjukkan bahwa modernisasi pertanian dapat tumbuh dari tingkat desa.

Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya meringankan pekerjaan petani, tetapi juga menjaga produktivitas lahan 200 hektare agar tetap memberikan hasil optimal dan memperkuat kesejahteraan petani.

Ketua Gapoktan Kalurahan Parangtritis Kadiso di Bantul, Minggu (23/8), mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut salah satunya diterapkan pada sistem penyiraman tanaman bawang merah melalui elektrifikasi.

"Jadi dengan menggunakan pompa listrik," katanya.

Ia menilai penggunaan teknologi tersebut dapat memperingan pekerjaan petani sekaligus menekan biaya penyiraman sehingga meningkatkan keuntungan petani.

"Efisiensi biaya penyiraman bisa tertekan sebesar 88 persen dibanding dengan pompa Bahan Bakar Minyak (BBM)," ujarnya.

Selain diterapkan pada sistem penyiraman, menurut dia, elektrifikasi juga dimanfaatkan petani untuk memasang light trap sebagai sarana pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan serta relatif murah.

Light trap merupakan alat perangkap hama yang menggunakan cahaya lampu dan dipasang di lahan bawang merah untuk menarik serta menjebak hama sebelum bertelur pada tanaman.

"Light trap ini efektif sekali," katanya.

Ia mengatakan pemanfaatan teknologi lainnya berupa penggunaan pesawat nirawak atau drone untuk pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang dinilai efektif, hemat, terutama dalam meningkatkan efisiensi tenaga kerja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.