Pemkot Bandung Buka Keran Akses Kredit UMKM dengan Bank BJB
📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 20:55 WIB | Oleh: Ilham SudrajatSementara itu, Direktur Utama Bank BJB, Ayi Subarna, mengatakan penguatan UMKM merupakan bagian penting dari peran Bank BJB sebagai mitra pembangunan daerah.
“Hingga Juni 2026, Bank bjb secara konsolidasi mengelola aset sekitar Rp228 triliun dengan total kredit dan pembiayaan mencapai Rp140,4 triliun. Pertumbuhan bank harus sejalan dengan pertumbuhan masyarakat dan dunia usaha,” ujar Ayi.
Ia mengungkapkan, hingga 31 Juli 2026 penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BJB telah mencapai sekitar Rp405 miliar. Sementara outstanding pembiayaan UMKM mencapai sekitar Rp3,37 triliun.
Ayi menuturkan, keberhasilan pembiayaan tidak semata-mata diukur dari jumlah kredit yang tersalurkan. “Keberhasilan pembiayaan bukan hanya tentang seberapa besar kredit yang disalurkan, tetapi sejauh mana pembiayaan tersebut mampu membuat usaha tumbuh, naik kelas, dan semakin mandiri,” kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Ayi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempertemukan pelaku UMKM dengan pengetahuan pembiayaan, pasar, dan peluang usaha. “UMKM tidak bisa tumbuh sendirian. Pemerintah, regulator, perbankan, dan para pelaku UMKM harus berjalan bersama,” ujar dia.
Di sisi lain, Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menyebut pentingnya literasi dan inklusi keuangan dalam pengembangan UMKM. Menurut dia, akses pembiayaan harus dibarengi kemampuan mengelola keuangan dan penguatan ekosistem usaha.
“Permasalahan UMKM bukan hanya masalah akses to finance. Ada bankability, capacity, market access, serta ekosistem yang juga harus diperkuat,” ujar Darwisman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menilai, pemberian kredit tanpa pendampingan dan akses pasar dapat menimbulkan risiko bagi pelaku usaha. Karena itu, UMKM perlu mendapatkan edukasi, pendampingan, peningkatan kualitas produk, serta akses pasar.
Darwisman juga mendorong UMKM Kota Bandung untuk masuk ke ekosistem digital agar produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
“UMKM harus go modern dan go digital. Produk Bapak Ibu bukan hanya dibeli masyarakat Jawa Barat, tetapi bisa diakses seluruh Indonesia bahkan dunia,” kata dia.
Selain itu, Darwisman mengingatkan, pelaku UMKM agar menghindari pinjaman dari rentenir dan bank emok. Ia mendorong masyarakat memanfaatkan pembiayaan formal yang memiliki bunga lebih rendah dan mekanisme yang lebih aman.
“Jangan ke rentenir, jangan ke bank emok. Dengan bjb, apalagi KUR, bunganya jauh lebih murah,” ujar dia.
Darwisman juga mengapresiasi program Kota Bandung dalam pemberdayaan UMKM dan penanganan praktik rentenir. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!