Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyelam Temukan Retakan Raksasa di Dasar Laut Flores Usai Gempa M7,7 - Terumbu Karang Rusak

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 03:37 WIB | Oleh:
Penyelam Temukan Retakan Raksasa di Dasar Laut Flores Usai Gempa M7,7 - Terumbu Karang Rusak Doc: Istimewa
Ket. Police Corner dikenal sebagai salah satu lokasi penyelaman di kawasan tengah Taman Nasional Komodo. Situs ini memiliki struktur terumbu yang curam, overhang besar, serta arus yang dapat mencapai tingkat sedang hingga kuat. Kedalamannya dapat mencapai sekitar 30 meter.

FLORES — Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026 dilaporkan tidak hanya terlihat di daratan. Perubahan pada struktur bawah laut juga mulai terlihat dalam rekaman penyelaman yang beredar di media sosial.

Akun Instagram IndoAura mengunggah rekaman kondisi bawah laut di kawasan Police Corner, salah satu lokasi penyelaman di Taman Nasional Komodo. Dalam unggahan tersebut terlihat struktur karang dan dasar laut yang mengalami perubahan, termasuk bagian yang tampak seperti retakan besar.

Unggahan itu menyebut gempa yang mengguncang Flores menyebabkan perubahan pada kawasan bawah laut tersebut.

"Gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 bukan hanya meninggalkan luka di daratan, dengan rumah-rumah yang runtuh dan masyarakat yang terdampak. 

Di bawah laut pun, alam ikut merasakan guncangannya. Salah satu dive spot terbaik di Komodo, Police Corner, turut terdampak—karang dan struktur bawah lautnya mengalami retakan dan kerusakan." tulis akun tersebut

Police Corner dikenal sebagai salah satu lokasi penyelaman di kawasan tengah Taman Nasional Komodo. Situs ini memiliki struktur terumbu yang curam, overhang besar, serta arus yang dapat mencapai tingkat sedang hingga kuat. Kedalamannya dapat mencapai sekitar 30 meter.

Rekaman yang beredar memperlihatkan penyelam menyusuri bagian dasar laut yang mengalami perubahan struktur. Di sejumlah bagian terlihat celah atau rekahan pada permukaan karang dan batuan.

Sejumlah akun lain di media sosial juga kemudian membagikan kondisi bawah laut tersebut, sehingga memunculkan dugaan bahwa perubahan itu berkaitan dengan gempa besar yang terjadi pada 15 Agustus.

Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 05.58 WITA dengan magnitudo 7,7 dan berpusat di Laut Flores. Pusat gempa berada sekitar 68 kilometer sebelah barat laut Ende dengan kedalaman sekitar 10 kilometer menurut data USGS yang dirangkum Asian Disaster Reduction Center. Guncangan sangat kuat dirasakan oleh lebih dari 500 ribu orang di Pulau Flores.

BMKG menyebut gempa tersebut berkaitan dengan Flores Back-Arc Thrust Fault, atau Sesar Naik Busur Belakang Flores. Menurut BMKG, zona tersebut memiliki potensi gempa maksimum sekitar magnitudo 7,8 hingga 7,9.

Gempa juga memicu peringatan tsunami. Gelombang tsunami dengan ketinggian puluhan sentimeter tercatat di sejumlah lokasi, sementara laporan lain mencatat gelombang mendekati satu meter di beberapa wilayah pesisir Flores.

Laporan EFE menyebut gempa 2026 memiliki mekanisme berbeda dengan gempa Flores 1992. Gempa 1992 memicu longsoran bawah laut besar yang memperkuat tsunami hingga mencapai ketinggian sekitar 26 meter. Sementara gempa 2026 disebut terutama dipicu pergerakan sesar naik dan tidak memicu longsoran bawah laut signifikan dalam skala seperti 1992.

Kerusakan bawah laut yang terlihat dalam rekaman dari Police Corner karena itu masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah seluruh perubahan struktur tersebut merupakan dampak langsung gempa 15 Agustus 2026, atau merupakan bagian dari struktur geologi yang sudah ada sebelumnya.

Police Corner sendiri memang memiliki bentang bawah laut yang tidak biasa. Situs penyelaman tersebut dikenal karena terumbu yang menurun, struktur karang besar, serta bagian overhang yang membentuk semacam dinding atau ruang di bawah laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Nasional
Narkoba Makin Mengancam, BN...

Tangerang Dukung Alih Status Guru

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tangerang Dukung Alih Statu...

Tiga Cakupan 'Smart City' Jakarta

1 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Tiga Cakupan 'Smart City' J...
Nasional
Masyarakat Diimbau Waspadai...
Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.