Wali Kota Bandung Tegaskan Pengelolaan Kota Harus Berbasis Data
📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 20:40 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya pengelolaan kota berbasis data dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, pariwisata, hingga peningkatan kualitas layanan masyarakat.
Hal itu disampaikan Farhan saat menjadi pembicara dalam sesi “Duo Great Marketeers of Bandung” yang dilanjutkan dengan “Closing Speech Corporate Day The 14th Bandung Marketing Week 2026 di Holiday Inn Hotel Bandung, Kamis (20/8).
Wali Kota Farhan mengatakan, Pemerintah Kota Bandung saat ini terus memanfaatkan data untuk menentukan sektor-sektor yang perlu didorong, termasuk ekonomi kreatif, kuliner, pariwisata, olahraga, pendidikan, dan transportasi.
Salah satu indikatornya terlihat dari tingginya aktivitas ekonomi kuliner. Berdasarkan data yang dipaparkannya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 3,61 persen. Kondisi tersebut memperkuat posisi kuliner sebagai salah satu sektor bisnis terbesar di Kota Bandung.
“Bisnis terbesar di Kota Bandung adalah bisnis kuliner. Terpancar juga dari perolehan pajak. Pajak terbesar kami dari restoran melebihi hotel,” ujar Wali Kota Farhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menyoroti potensi sektor transportasi dan pariwisata seiring kembali beroperasinya Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung.
Menurut dia, keberadaan bandara dapat membuka peluang baru bagi sektor perdagangan, jasa, wisata, hingga konektivitas antardaerah.
Namun, Wali Kota Farhan menilai pengembangan Bandara Husein tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik. Pemerintah Kota Bandung bersama pengelola bandara juga tengah mendorong hadirnya customer experience yang mampu memberikan kesan khas Bandung kepada setiap penumpang.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Identitas Bandung belum konsisten dirasakan di seluruh trans point. Ini PR kami sama Angkasa Pura,” kata dia.
Menurut Wali Kota Farhan, pengalaman wisatawan di bandara perlu dibangun melalui berbagai unsur, mulai dari visual, audio, aroma, cerita, hingga pelayanan. Dengan demikian, Bandara Husein tidak hanya menjadi tempat kedatangan dan keberangkatan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata di Kota Bandung.
Selain transportasi, Wali Kota Farhan melihat peluang besar dari sektor pendidikan. Ia menyebut wisata edukasi perlu dikembangkan karena Bandung memiliki banyak perguruan tinggi yang menjadi daya tarik bagi masyarakat dari luar daerah.
“Wisata edukasi menjadi penting,” ujar dia, seraya mendorong perguruan tinggi di Kota Bandung untuk bersama-sama mempromosikan pendidikan Bandung ke luar daerah.
Di sisi lain, Wali Kota Farhan menegaskan bahwa pengelolaan Kota Bandung berbasis data juga digunakan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat. Ia menyampaikan hasil pendataan kewilayahan yang telah dilakukan selama setahun terakhir. Data tersebut mencakup 1.597 RW dan 9.962 RT serta telah diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah persoalan sanitasi. Dari sekitar 600 ribu rumah di Kota Bandung, Wali Kota Farhan menyebut masih terdapat sekitar 27 persen rumah yang saluran toiletnya tidak terhubung ke septic tank atau jaringan air kotor, melainkan langsung menuju sungai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!