Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Sampai Krisis Pangan Saat Bencana, Bapanas Siapkan Rp1,2 Triliun

📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Sampai Krisis Pangan Saat Bencana, Bapanas Siapkan Rp1,2 Triliun Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog.

JAKARTA – Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) menjadi instrumen strategis untuk menjaga ketahanan pangan saat bencana alam mengganggu produksi, distribusi, dan akses masyarakat terhadap pangan.

Ketersediaan stok yang memadai memungkinkan pemerintah merespons lebih cepat sekaligus menekan risiko kelangkaan dan lonjakan harga.

Namun, efektivitas CPP tidak hanya ditentukan oleh besarnya stok, melainkan juga kesiapan distribusi, ketepatan sasaran, serta koordinasi pusat dan daerah agar bantuan pangan segera tiba di wilayah terdampak.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,2 triliun untuk CPP bagi penanganan bencana alam sepanjang 2026 guna menjamin kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan CPP untuk kepentingan bencana dan keadaan darurat merupakan salah satu tujuan pemerintah mengadakan CPP.

"Terkait itu, total anggaran sebesar Rp1,2 triliun telah disiapkan pemerintah. Ini dialokasikan untuk penyaluran CPP dalam menanggulangi bencana alam selama tahun 2026 ini," kata Sarwo saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (22/8).

Dia menegaskan pemerintah dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memastikan stok cadangan pangan pemerintah benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana alam.

"Dalam hal ini, Bapanas dapat menugaskan Perum Bulog untuk distribusi bantuan bencana alam," jelasnya.

Selain anggaran khusus bencana alam tersebut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk program bantuan pangan beras tahap kedua periode Juli, Agustus, dan September 2026 sebesar Rp17,5 triliun.

Instrumen program itu dapat dijalankan secara beriringan guna menyokong kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak bencana alam. Saat ini pemerintah masih terus bahu-membahu membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Total alokasi 6,8 ribu ton beras digelontorkan bersumber dari gabungan alokasi program bencana dan bantuan pangan beras reguler. Anggaran kedua program tersebut ditaksir mendekati hingga Rp100 miliar.

"Jadi sudah ada anggarannya di 2026. Khusus untuk bantuan bencana alam NTT itu yang terdampak lima kabupaten. Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sika, dan Nagekeo. Kemudian jumlah semuanya itu ada 6,8 ribu ton. Kalau dikalikan Rp14.000 per kilogram, ketemu sekitar Rp95,2 miliar," jelas Sarwo.

Bapanas menyatakan per 19 Agustus, total bantuan beras yang disalurkan bagi lima kabupaten di NTT mencapai 6,8 ribu ton yang terdiri dari 990,3 ton program bantuan bencana dan 5,81 ribu ton di antaranya program bantuan pangan beras reguler.

Adapun alokasi masing-masing kabupaten tersebut terdiri dari Kabupaten Manggarai dengan alokasi 81,63 ton bantuan bencana dan 1,79 ribu ton bantuan pangan reguler. Lalu Kabupaten Manggarai Timur dengan alokasi 153,78 ton bantuan bencana dan 1,66 ribu ton bantuan pangan reguler.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.