Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLTU Suralaya jadi Penyumbang Polusi DKI, Ini Respons Gubernur Banten

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 14:05 WIB | Oleh:
PLTU Suralaya jadi Penyumbang Polusi DKI, Ini Respons Gubernur Banten Doc: ANTARA/Azmi Samsul M
Ket. Gubernur Banten Andra Soni memberikan keterangan resmi terkait penyebab pencemaran polusi udara dari perusahaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Suralaya, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon, di Tangerang, Jumat (21/8).

TANGERANG, BANTEN - Gubernur Banten Andra Soni merespons sorotan terkait keberadaan perusahaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Suralaya, Kota Cilegon yang disebut menjadi salah satu masalah pencemaran udara di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Menurutnya, adanya aktivitas dari beberapa PLTU yang ada di wilayahnya tersebut memang kerap menimbulkan dampak polusi terhadap lingkungan sekitar.

"Ya, saya pikir ada pencemaran udara, ada beberapa pembangkit di tempat kita, dan ini harus menjadi perhatian kita semuanya," katanya di Tangerang, Jumat.

Ia mengatakan sebagai solusi penanganan, langkah cepat dan strategis tengah disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk menekan emisi, salah satunya melalui percepatan transisi menuju penggunaan energi terbarukan.

"Pembangkit ini juga punya peranan penting, peralihan menjadi apa, energi terbarukan, itu salah satu solusi yang cepat," ujarnya.

Dia mengatakan saat ini pihaknya akan segera memperkuat langkah pengawasan serta koordinasi lintas sektor guna menekan angka emisi dan pencemaran udara di wilayah itu.

"Langkah strategis jangka panjang difokuskan pada percepatan transisi penggunaan energi baru terbarukan," tuturnya.

Selain itu, di tengah kondisi cuaca kering yang melanda saat ini, pengawasan terhadap kualitas lingkungan secara berkala terus diintensifkan oleh jajaran perangkat daerah terkait.

Melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, kata Andra, diarahkan untuk merumuskan formulasi serta kebijakan efektif dalam menekan laju emisi dan menjaga kualitas udara tetap terkendali.

"Kita terus melakukan pemantauan ya kondisi-kondisinya, apalagi sekarang kan musim kering ya. Kita akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dengan bagaimana menurunkan emisi dan pencemaran," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebutkan PLTU di kawasan Suralaya, Cilegon, Banten, merupakan salah satu penyebab polusi udara di Jakarta.

Menurut dia, persoalan polusi Jakarta tidak hanya berasal dari kendaraan dan sektor transportasi, namun aktivitas industri di wilayah sekitar Jakarta juga menjadi sumber emisi yang perlu diperhatikan.

"Problemnya bukan hanya semata-mata transportasi di Jakarta. Ada persoalan-persoalan lain, misalnya pembakaran industri-industri di sekitar Jakarta, salah satunya yang terkenal adalah Suralaya, yang menggunakan bahan bakar tidak ramah lingkungan," katanya.

Dia mengatakan salah satu persoalan yang perlu dikendalikan adalah industri di wilayah penyangga Jakarta yang masih menggunakan bahan bakar batu bara. Kondisi tersebut membuat upaya-upaya Pemerintah Jakarta dalam menekan emisi dari dalam Jakarta belum mampu menyelesaikan persoalan polusi udara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Bukti negara hadir
    Duka NTT, Duka kita semua,,,
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Event Akhir Pekan Jakarta 22-23 Agustus 2026: LaLaLa Festival Hingga ASTINDO Travel Fair

Event Akhir Pekan Jakarta 22-23 Agustus 2026: LaLaLa Festival Hingga ASTINDO Travel Fair

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.