Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IDAI: Demam Piala Dunia Jadi Momentum Ajak Anak Aktif Berolahraga

📅 Senin, 20 Jul 2026, 14:42 WIB | Oleh:
IDAI: Demam Piala Dunia Jadi Momentum Ajak Anak Aktif Berolahraga Doc: Freepik

JAKARTA - Demam Piala Dunia 2026 tak hanya menyedot perhatian orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Momentum ini dinilai menjadi kesempatan tepat menumbuhkan kebiasaan berolahraga sejak usia dini.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr Rizky Adriansyah, mengatakan antusiasme anak bermain sepak bola selalu muncul setiap Piala Dunia. Menurut dia, minat tersebut perlu diarahkan menjadi aktivitas positif agar anak tidak hanya menghabiskan waktu di depan gawai.

“Ya kalau sudah ada Piala Dunia semuanya memang jadi demam Piala Dunia. Hanya bedanya kalau dulu paparan terhadap gawai tidak sebesar sekarang,” kata dr Rizky, Minggu (19/7).

Ia menilai paparan telepon pintar dan permainan digital yang tinggi membuat anak semakin jarang melakukan aktivitas fisik di luar rumah. Untuk itu, ia mengatakan momentum piala dunia dapat dimanfaatkan untuk membuat anak lebih banyak bergerak, salah satunya dengan bermain sepak bola.

Sepak bola, menurutnya, menjadi salah satu pilihan olahraga yang baik untuk anak. Selain menyehatkan tubuh, olahraga ini juga melatih kerja sama, disiplin, sportivitas, dan kemampuan berinteraksi dengan teman sebaya.

Aktivitas fisik secara rutin juga berperan penting menjaga kesehatan jantung sejak dini. Kebiasaan berolahraga dapat membantu menekan risiko penyakit jantung dan berbagai penyakit tidak menular saat anak beranjak dewasa.

“Banyak penyakit jantung di masa depan sebenarnya dapat dicegah sejak anak-anak melalui aktivitas fisik yang cukup dan pola hidup sehat. Karena itu, olahraga perlu diimbangi dengan asupan gizi yang baik,” ujar dia.

Meski demikian, orang tua tetap diminta memperhatikan kondisi kesehatan anak sebelum mengikuti olahraga dengan intensitas tinggi. Anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang, mudah lelah, atau sering sesak napas sebaiknya menjalani pemeriksaan terlebih dahulu.

Menurut dr Rizky, sebagian besar anak dengan pertumbuhan dan perkembangan normal dapat bermain sepak bola dengan aman. Pendampingan orang tua tetap diperlukan agar anak terhindar dari cedera dan dapat menikmati olahraga sesuai kemampuan fisiknya.

Melalui momentum Piala Dunia, dr Rizky berharap semakin banyak anak menjadikan sepak bola sebagai kebiasaan positif. Dengan begitu, mereka tidak hanya menikmati pertandingan di layar, tetapi juga memperoleh manfaat kesehatan dari aktif bergerak. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Daerah
Komite Eksekutif Papua Kawa...
Luar Negeri
Negeri Samba Gelar Pemilu y...

Korsel: Korut Luncurkan Misil Berteknologi AI

49 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Korsel: Korut Luncurkan Mis...

Kaum Migran Myanmar Kembali ke Tanah Air

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Kaum Migran Myanmar Kembali...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.