Jelang Maulid Nabi 1448 H, Disperindag Kepulauan Babel Tambah Pasokan 20 Ton Daging Ayam
📅 Jumat, 21 Agu 2026, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
PANGKALPINANG – Pelaku usaha di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menambah 20 ton daging ayam ras, guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat menjelang Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1448 H di daerah itu.
"Penambahan stok ini untuk menjaga stabilitas harga daging ayam menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Babel, Subekti Saputra di Pangkalpinang, Jumat (21/8).
Ia mengatakan saat ini stok daging ayam ras di lima gudang distributor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 400,3 ton dan dengan adanya penambahan pasokan baru 20 ton ini, maka total stok daging ayam mencapai 420,3 ton.
"Kami pastikan stok daging ayam ras ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut dan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW nanti," katanya.
Ia menyatakan hasil pemantauan harga daging ayam ras eceran di Pasar Pembangunan Pangkalpinang pada Kamis (20/8) naik menjadi Rp44.500 per kilogram dibandingkan Harga sebelumnya Rp43.500 per kilogram.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, harga ayam kampung masih bertahan Rp80.000 per ekor, harga daging sapi paha belakang bertahan Rp150.000 per kilogram, daging sapi paha depan Rp150.000 per kilogram, daging sapi sanding lamur Rp126.000 per kilogram, daging sapi tetelan Rp85.000 per kilogram.
"Saat ini harga daging ayam ras ini sudah mulai merangkak naik, karena permintaan sudah mengalami peningkatan menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW," katanya.
Menurut dia, permintaan daging ayam ini meningkat, karena masyarakat akan menggelar "nganggung" sebagai merupakan tradisi masyarakat Kepulauan Babel membawa makanan menggunakan dulang untuk disantap bersama di masjid.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Nganggung ini merupakan tradisi masyarakat untuk menyambut dan merayakan hari besar keagamaan Islam, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi dan lainnya, sehingga berdampak langsung terhadap permintaan berbagai bahan pokok di pasar," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!