Jepang Protes Uji Coba Rudal Russia di Lepas Pantai Pulau-pulau yang Disengketakan
📅 Jumat, 21 Agu 2026, 14:52 WIB | Oleh: Tim PenulisTOKYO - Jepang menyampaikan protes kepada Russia setelah pemberitahuan mengenai rencana melakukan uji coba rudal di lepas pantai pulau-pulau yang disengketakan yang dikunjungi oleh Presiden Vladimir Putin awal bulan ini.
"Kami tidak dapat mentolerir langkah-langkah (oleh Russia) untuk memperkuat kekuatan militer di empat pulau utara karena hal itu bertentangan dengan pendirian negara kami (mengenai wilayah tersebut)," kata Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi kepada wartawan pada hari Kamis saat berkunjung ke Oman.
Seorang pejabat senior kementerian pada hari Jumat mengungkapkan bahwa Jepang telah mengajukan protes kepada Russia tak lama setelah Moskow memberi tahu Tokyo bahwa mereka akan melakukan latihan rudal selama pekan yang dimulai Minggu lalu.
"Kami mengajukan protes sebagai tanggapan atas pemberitahuan tentang rencana melakukan uji coba rudal" di lepas Kepulauan Kuril, yang dikenal sebagai Wilayah Utara oleh Jepang, kata seorang juru bicara pemerintah Jepang kepada AFP, Jumat (21/8).
Kantor berita Jepang Kyodo mengutip pernyataan Armada Pasifik Russia yang mengatakan bahwa mereka telah melakukan uji coba rudal, meskipun tidak jelas kapan tepatnya uji coba itu berlangsung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Armada angkatan laut Russia mengatakan sebuah unit yang dilengkapi dengan sistem rudal permukaan-ke-kapal Bastion melakukan uji coba tersebut, lapor Kyodo.
Kapal penjelajah rudal berpemandu Varyag, kapal utama Armada Pasifik, juga ikut serta dalam uji coba tersebut, bersama dengan kapal selam bertenaga nuklir Omsk, kata kantor berita itu.
Menurut Kyodo, uji coba tersebut mensimulasikan serangan terhadap kapal musuh dan berhasil mengenai semua target yang dituju pada jarak setidaknya 300 kilometer (186 mil).
Pada tanggal 13 Agustus lalu, Putin melakukan kunjungan resmi pertamanya ke kepulauan tersebut, yang dikelola oleh Rusia sejak 1945, yang mendorong Jepang memanggil duta besar Russia, sebuah langkah yang kemudian dibalas oleh Moskow.
Putin pergi ke sana setelah mengunjungi pulau Sakhalin di dekatnya, tempat angkatan laut Russia sedang melakukan latihan.
Jepang menyatakan bahwa pulau-pulau tersebut, yang juga meliputi Kunashiri, Shikotan, dan gugusan pulau Habomai, direbut secara ilegal oleh Uni Soviet segera setelah Jepang menyerah dalam Perang Dunia II pada 15 Agustus 1945. Russia mengklaim tindakan tersebut sah, dengan mengatakan bahwa pulau-pulau tersebut menjadi bagian dari wilayahnya sebagai akibat dari perang.
Hubungan antara Jepang dan Russia telah tegang sejak Russia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada tahun 2022, yang mendorong Jepang dan negara-negara anggota Kelompok Tujuh lainnya untuk menjatuhkan sanksi kepada Moskow.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!