Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Batu Bara Jadi Pupuk, PTBA dan UGM Uji Coba Kalium Humat di Sawah Sawahlunto.

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 21:21 WIB | Oleh:
Hilirisasi Batu Bara Jadi Pupuk, PTBA dan UGM Uji Coba Kalium Humat di Sawah Sawahlunto. Doc: Antara Foto
Ket. Suasana sosialisasi dan edukasi penggunaan pupuk kalium humat batubara untuk sawah bagi kelompok tani Tampang Jaya di Talawi Kota Sawahlunto.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) menguji penggunaan pupuk kalium humat hasil hilirisasi batu bara pada lahan sawah Kelompok Tani Tampang Jaya di Desa Talawi Mudik, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar).

“Kami ingin melihat sejauh mana pupuk kalium humat ini mampu mendukung produktivitas pertanian, sehingga hasil pengujiannya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi petani dalam memilih pupuk yang sesuai dengan kebutuhan lahan,” kata Asset Development Section Head PTBA Ombilin Mining Site Sugiatno di Sawahlunto, Jumat.

Ia mengatakan uji coba tersebut untuk memantau pengaruh pupuk kalium humat ini terhadap hasil panen sekaligus mengenalkan alternatif pupuk kepada petani.

"Perusahaan terus meneliti potensi pemanfaatan produk hilirisasi batu bara untuk berbagai kebutuhan produktif masyarakat, termasuk sektor pertanian," kata dia.

Ia menyatakan kalium humat yang diolah dari batu bara berkalori rendah tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan hasil panen padi petani.

“Tentu harapannya penggunaan pupuk kalium humat dapat meningkatkan hasil panen gabah petani Tampang Jaya sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan produk hilirisasi pertambangan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara peneliti UGM Anton Sujarwo yang menyampaikan sosialisasi dan edukasi kepada Kelompok Tani Tampang Jaya Talawi menjelaskan kalium humat sebelumnya juga telah diuji coba pada lahan pertanian di Sumatera Selatan dan sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatera Selatan.

Dengan hasil uji coba sejauh ini terpantau bagus dan sesuai target, sehingga uji coba diperluas ke daerah lain seperti di Sumbar.

“Singkatnya, kalium humat mengandung unsur hara kalium yang dibutuhkan tanaman untuk mendukung proses fotosintesis dan membantu tanaman menghadapi stres. Produk tersebut juga berpotensi memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah,” kata dia.

Sejalan dengan itu, peneliti UGM lainnya Nidha Nikmah Chairunnisa juga memberikan sosialisasi kepada petani mengenai karakteristik dan teknik praktis dalam pemanfaatan kalium humat.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto Heni Purwaningsih mengatakan kesiapan pemerintah daerah mendukung kegiatan tersebut melalui pendampingan penyuluh pertanian setempat.

“Kami melihat ini potensi yang bagus bagi petani, ada alternatif pupuk yang sedang dikaji secara ilmiah. Tentu penyuluh pertanian nanti bisa ikut mendampingi dan mengawal agar penerapannya sesuai, aman dan produktif bagi petani,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.