Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Naik, Ruang Fiskal Terancam Terkikis Subsidi BBM

📅 Minggu, 13 Sep 2026, 23:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Naik, Ruang Fiskal Terancam Terkikis Subsidi BBM Doc: ANTARA/ Zumrotun Solichah
Ket. Ilustrasi-Antrean panjang warga membeli BBM di SPBU.

JAKARTA – Kebijakan kompensasi subsidi BBM menjadi pilihan penting ketika pemerintah harus menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan beban fiskal.

Kompensasi diharapkan dapat memastikan kelompok yang paling terdampak tetap terlindungi, namun efektivitasnya sangat bergantung pada ketepatan sasaran, mekanisme penyaluran, dan kemampuan pemerintah mencegah kebocoran anggaran.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listyanto menyatakan kenaikan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memberikan beban kompensasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) agar tak naik harga.

“Meskipun kenaikan harga minyak ini sifatnya temporer dan sangat bergantung dari tensi geopolitik AS-Israel vs (versus) Iran, namun tentu akan berdampak ke inflasi, beban kompensasi APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) demi menjaga BBM bersubsidi tidak naik harga, serta inflasi,” ucapnya di Jakarta, Minggu (13/9).

Mengutip Xinhua, harga kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Oktober menembus angka 100 dolar AS per barel per Kamis (10/9).

Harga WTI untuk pengiriman Oktober sempat menyentuh level 100,88 dolar AS per barel, naik 4,83 dolar AS atau 5,03 persen dari Rabu (9/9). Angka ini menandai level tertinggi untuk kontrak berjangka minyak mentah WTI sejak 20 Mei.

Menurut Eko, harga BBM bersubsidi yang dijamin tak naik sepanjang tahun ini memerlukan anggaran kompensasi subsidi komoditas tersebut, apalagi di tengah kenaikan harga minyak mentah global.

“Beberapa upaya untuk memperbaiki kebijakan subsidi BBM, (yaitu) ke arah penerima yang sesuai menggambarkan bahwa subsidi BBM ini penting untuk terus diupayakan efisien agar tak membengkakkan APBN saat harga minyak melonjak,” ujar dia.

Terkait inflasi, juga dinilai berisiko naik seiring industri dan sektor-sektor distribusi logistik sebagian besar menggunakan BBM non subsidi. Selain itu, bahan baku yang berasal dari minyak bumi turut berisiko kembali naik, seperti plastik. Terlebih lagi, lanjut Eko, dari sisi situasi alam juga sedang terjadi el-nino.

“Soal potensi harga BBM, kalau non subsidi akan menyesuaikan harga pasar sehingga masih mungkin terjadi kenaikan-kenaikan berikutnya,” ungkap Ekonom tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.